Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

last updateHuling Na-update : 2026-06-29
By:  Wisha BerlianiIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9.8
17 Mga Ratings. 17 Rebyu
240Mga Kabanata
82.7Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Malam itu, Celine hanya ingin melupakan luka setelah memergoki pacarnya berselingkuh dengan cara paling gila dalam hidupnya. Namun siapa sangka, pria yang menemaninya malam itu identitasnya jauh lebih mengejutkan, dan sejak malam itu hidup Celine tak pernah sama lagi. “Ah—sentuh aku lagi, Om…” “Cel... kamu serius?” “Hm. Aku serius.” “Kalau kamu minta kayak gitu… aku nggak akan bisa berhenti.” “Aku nggak mau Om berhenti.”

view more

Kabanata 1

Malam Panas di Kamar Hotel

“Engh… ah… pelan-pelan.”

Suara lirih gadis itu pecah di antara helaan napas dan desis seprai yang berdesir. Lampu temaram memantulkan bayangan dua tubuh yang saling menyesap panas malam.

Pria di atasnya menatap lekat wajah polos yang menahan malu. Keringat menetes di pelipis, tapi gerakannya tetap lembut, seolah membaca setiap reaksi tubuh gadis itu.

“Apa aku terlalu kasar?” bisiknya rendah.

Gadis itu hanya menggeleng, matanya terpejam rapat. Nyeri samar yang tadi terasa kini berubah menjadi sensasi aneh yang memabukkan.

Hening sejenak. Lalu pria itu tersenyum kecil.

“Bertahanlah,” bisiknya di telinga. “Aku akan membuatmu melupakan rasa sakitnya.”

**

“Ah, sepertinya aku sudah gila…”

Celine Arsyila menatap pria asing yang masih terlelap di sebelahnya.

Semalam ia kehilangan kendali dan tanpa pikir panjang menyewa seorang gigolo. Semua berawal dari rasa sakit hatinya setelah sang kekasih mencium wanita lain.

Meski Kayra—sahabatnya—sudah berusaha menghiburnya dengan mengajaknya berpesta, Celine masih nekat melancarkan aksinya hingga akhirnya menghabiskan malam bersama seorang gigolo yang disewanya dalam keadaan emosi dan mabuk.

“Aish! Mampus aku...” gumam Celine pelan, menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Kalau Kayra sampai tahu soal ini, sahabatnya itu pasti akan menguliahinya selama berhari-hari. Oh tidak! Mungkin seminggu... atau bahkan berbulan-bulan.

Celine mengembuskan napas berat, mengusap wajahnya dengan tangan. Seharusnya ia mendengarkan Kayra semalam. Bukan malah melarikan diri ke keputusan paling bodoh yang pernah ia buat.

Pandangan Celine tanpa sadar kembali jatuh pada wajah pria itu. Rahangnya tegas. Bulu matanya bahkan lebih lentik dari miliknya.

Sial… Kenapa pria ini malah terlihat tampan sekali?

Drrtt.

Drrtt.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Celine segera mencari sumbernya dan mendapati benda itu tergeletak di sisi ranjang, sedikit tertindih lengan pria di sampingnya. Dengan hati-hati ia mengulurkan tangan, ujung jarinya nyaris menyentuh ponsel itu ketika pria tersebut tiba-tiba bergerak pelan.

Celine langsung membeku dan menahan napas. Namun begitu tidak ada gerakan lagi, ia segera mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan itu.

“Cel, kamu kemana aja semalem?! Aku telponin kamu berkali-kali tapi nggak kamu angkat. Aku khawatir tau, nggak?!” suara Kayra langsung menggelegar begitu panggilan tersambung.

Celine buru-buru menjauhkan ponselnya dari telinga, lalu melirik pria yang masih tertidur di sampingnya dengan jantung berdebar kencang. Untungnya, pria itu tampak tidak terganggu.

“Kan aku bilang jangan jauh-jauh dari aku. Kamu maksain ketemu gigolo itu ya?!”

Celine refleks menoleh kembali ke pria di sampingnya.

Jantungnya langsung mencelos. Karena untuk pertama kalinya sejak membuka mata, ia benar-benar memperhatikan wajah pria itu lebih jauh. Dan entah kenapa, ada sesuatu yang terasa tidak masuk akal.

Semakin lama diperhatikan, semakin pria itu tidak terlihat seperti gigolo.

Celine buru-buru menggeleng.

“Enggak. Jangan mikir aneh-aneh, Celine...” batinnya sebelum fokusnya kembali ke Kayra.

“Entar dulu ya, Kay. Nanti aku ceritain langsung. Aku ke rumah kamu sekarang.”

“Jangan sekarang, aku lagi sibuk banget. Papaku baru pulang dari luar negeri. Entar malam aja ya kamu ke rumah, sekalian kita makan malam.”

“Ya udah deh. Aku ke rumah kamu nanti.”

Klik.

Panggilan itu pun terputus.

Celine mengembuskan napas panjang. Setidaknya ia masih punya waktu beberapa jam untuk menenangkan diri dari kebodohan yang baru saja ia lakukan. Tanpa ingin berlama-lama lagi di sana, Celine buru-buru menyingkap selimut dan turun dari ranjang.

“Ahh—”

Tubuhnya langsung menegang. Nyeri di paha atasnya yang sebelumnya tertahan mendadak menjalar begitu kedua kakinya menyentuh lantai. Refleks, ia mencengkeram tepi ranjang untuk menjaga keseimbangan.

Wajah Celine seketika memerah. Potongan-potongan adegan panas semalam kembali menyerbu kepalanya tanpa ampun.

“Ya ampun...” desisnya pelan.

Dengan jantung yang kembali berdebar tak karuan, Celine buru-buru menggelengkan kepala. Ia tidak mau mengingatnya lagi.

Pandangannya lalu menyapu lantai kamar yang berantakan. Gaun hitamnya, sepatu hak tingginya, dan tas kecilnya berserakan di sana. Celine menatap barang-barang itu dengan sorot mata nanar. Sungguh, ini benar-benar kesalahan yang tidak bisa ia jelaskan dengan alasan apapun.

Satu per satu barang-barangnya ia pungut, lalu dengan gerakan cepat, ia mulai mengenakan kembali pakaiannya. Setelah memastikan penampilannya kembali rapi, Celine meraih dompet dari dalam tas. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan dan meletakkannya di atas meja nakas.

“Anggap saja ini pembayaran,” gumamnya pelan.

Setelah itu, tanpa berani menoleh lagi, Celine melangkah cepat keluar dari kamar hotel. Ia berharap malam paling memalukan dalam hidupnya itu berakhir sampai di sana.

Sayangnya, harapan itu tidak terkabul. Sepanjang hari, wajah pria itu terus muncul di kepalanya. Semakin diingat, semakin janggal rasanya. Pembawaan pria itu terlalu tenang, cara bicaranya terlalu berkelas—sama sekali tidak sesuai dengan gambaran seorang gigolo yang selama ini ia bayangkan.

Hingga sore menjelang, satu pertanyaan masih mengusiknya tanpa henti…

Kalau pria itu memang gigolo, kenapa rasanya tidak seperti itu?

Malam pun tiba. Mobil yang dikendarai Celine berhenti tepat di depan rumah megah dengan halaman luas, diterangi lampu taman berwarna hangat.

“Ya ampun... aku bener-bener nggak siap nyeritain semuanya ke Kayra. Tapi... mau kayak gimanapun, aku harus ngomong.”

Ia menarik napas pelan, berusaha menenangkan diri sebelum melangkah keluar.

Ting tong.

Jari Celine menekan tombol bel rumah itu. Tak butuh waktu lama, pintu pun terbuka.

Deg!

Saat itu juga, jantung Celine berdetak dua kali lebih cepat, napasnya tertahan, dan dunianya seolah berhenti berputar.

Pria yang sekarang berdiri di hadapannya adalah pria yang semalam tidur dengannya.

Mata mereka saling mengunci. Sama-sama membeku. Sama-sama terkejut.

Untuk sesaat, tak ada satu pun yang berbicara. Hingga akhirnya, suara riang Kayra terdengar dari dalam rumah.

“Papa, itu pasti temen aku ya?”

Beberapa detik kemudian, Kayra muncul di samping pria itu.

Tatapan Celine langsung berpindah dari pria itu ke Kayra, lalu kembali lagi ke pria itu. Seolah otaknya menolak apa yang sedang dilihatnya.

Pria yang semalam tidur dengannya… papa sahabatnya sendiri?!

*****

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

RebyuMore

Amelia Kartika
Amelia Kartika
semangat kak
2026-06-29 11:33:52
1
1
Zakia
Zakia
Cek novel aku yuk guys, judulnya 'Cara Menangani Perselingkuhan', sebuah cerita kepuasan balas dendam dan Gairah di setiap sudut pandang...
2026-06-07 18:50:39
0
0
Mas Author
Mas Author
baru baca blurbnya aja udah bikin penasaran. next kak btw, mampir ke ceritaku ya. Jangan Dikeluarin Dulu, Dok! by Mas Author.
2026-05-24 14:48:43
0
0
BabyCaca
BabyCaca
Izin promo Author Mampir ya Judul : Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka
2026-04-15 13:53:08
1
1
Devi Febriani
Devi Febriani
......🫰🫶🫶🫶🫶...️...️...️...️
2026-04-08 02:46:26
2
2
240 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status