Aku tak menyangka, Leon mendatangi kamarku, dan tidur bersamaku. Bahkan kami juga bercinta semalaman suntuk, sampai aku lemas dan tak berdaya. "Leon... Sebenarnya, rencana apa yang sedang kamu jalankan?" tanyaku dengan suara serak, masih dibalut sisa kelelahan. Leon menoleh, senyum miring menghiasi wajah tampannya. "Hanya... Memberi sedikit balasan pada orang-orang yang pernah menyakitimu," jawabnya, santai. Aku terkejut, lalu tersenyum canggung. Ada perasaan hangat, tapi juga cemas yang menjalari tubuhku. "Leon... Kamu tidak perlu repot-repot melakukan itu," kataku. "Sayang... Kamu tenang saja. Aku punya kemampuan untuk menghancurkan suamimu. Jadi, aku akan melakukannya," tandas Leon dengan nada tenang namun penuh tekad. Dengan sisa tenaga, aku bangkit perlahan, melangkah mendekati Leon, lalu memeluknya dari belakang. "Leon, aku nggak pengen kamu ikut terluka. Mas Yuan bukan orang biasa," bisikku sambil mengeratkan pelukanku di punggungnya yang hangat. Leon hanya tertawa keci
最終更新日 : 2025-11-12 続きを読む