Sudah dua minggu sejak email itu datang, tapi Nadira masih sering menatap layarnya dalam diam. Kata - kata dalam email itu sudah ia hafal di luar kepala, tapi setiap kali membacanya, ada rasa yang tetap sama: kaget, hangat, dan tidak percaya. Bukan karena ia tak yakin pada tulisannya. Tapi karena dunia akhirnya melihatnya — bukan sebagai istri dari siapa, bukan sebagai perempuan yang gagal mempertahankan rumah tangga — melainkan sebagai dirinya sendiri. Penerbit besar, nama yang sejak dulu hanya ia dengar dari penulis-penulis terkenal, bukan hanya membaca tulisannya, tapi menganggapnya pantas. Ia diminta mengisi formulir resmi, menjadwalkan pertemuan, membicarakan hak cipta, royalti, bahkan berdiskusi soal desain sampul yang mewakili isi hati yang dulu hanya bisa ia simpan sendiri. Untuk pertama kalinya, dunia memperlakukan suara hatinya dengan hormat. Nama “D. Rani”, yang dulu hanya sekadar alias di profil penulis online, kini mulai diperbincangkan. Jumlah pembaca meningkat, kolo
Last Updated : 2026-01-13 Read more