Suasana kamar terasa terlalu sunyi.Aku duduk diam beberapa saat, menatap lantai tanpa benar-benar melihat apa pun.Pertanyaanku tadi masih terasa menggantung—bukan di udara, tapi di dadaku sendiri.Aku menarik napas panjang, lalu berdiri. Tanganku sedikit gemetar saat merapikan rambut yang berantakan.“Aku ke kamar mandi,” kataku pelan.Ia tidak menahan. Tidak menjawab.Pintu tertutup, dan aku menatap bayanganku di cermin.Bukan untuk mencari jawabannya— tapi untuk memastikan aku tidak menyesal telah bertanya.Aku menenangkan diri beberapa saat, menarik napas dalam, mencoba menurunkan detak jantungku yang masih kencang.Dari luar, aku mendengar pergerakan kecil. Tama masih di sana.Setelah merasa cukup tenang, aku membuka pintu dan melangkah keluar.Lampu kamar sudah kembali menyala.Tama duduk dengan posisi yang sama. Aku berjalan pelan, lalu duduk kembali di sampingnya.“Kau… tidak perlu menjawabnya bila sulit,” kataku pelan, menatap ke arah lantai.Tama menunduk sebentar, kemudia
Last Updated : 2026-01-26 Read more