Malam itu berlangsung hangat seperti biasanya. Setelah makan malam selesai disajikan, mereka bertiga duduk mengelilingi meja makan dengan suasana yang terasa akrab dan ringan.Gabby, seperti kebiasaannya, mengoceh tanpa henti, menceritakan rencana restorannya, mengeluhkan Rafael yang sulit dihubungi, hingga melontarkan komentar-komentar spontan yang sering kali membuat Leonardo menggeleng-gelengkan kepala dengan ekspresi pasrah.“Papa tahu tidak,” ujar Gabby sambil mengaduk minumannya, “kalau restoran itu nanti penuh orang, aku tidak akan punya waktu duduk santai seperti ini lagi.”Leonardo menghela napas pendek. “Kau yang menginginkannya,” katanya dengan nada datar.“Aku tahu,” balas Gabby cepat. “Tapi mengeluh sedikit tidak apa-apa, bukan?” ujarnya lalu memanyunkan bibirnya sejenak.Alessia yang duduk di samping Gabby hanya terkekeh pelan, menikmati dinamika ayah dan anak itu. Suasana terasa hangat, sebuah ketenangan yang jarang benar-benar mereka sadari nilainya.Namun, ketukan ker
Terakhir Diperbarui : 2025-12-22 Baca selengkapnya