Anthony mengetuk pintu ruang kerja Leonardo dengan ketukan singkat namun tegas.Suara itu menggema di ruangan luas yang dipenuhi rak buku, berkas-berkas perusahaan, serta meja kerja besar dari kayu gelap yang menambah kesan formal dan berwibawa.Leonardo yang tengah menandatangani beberapa dokumen hanya melirik sekilas ke arah pintu, sudah dapat menebak siapa yang berdiri di baliknya.“Masuk,” ucap Leonardo dengan nada datar.Pintu terbuka dan tanpa menunggu undangan lebih lanjut, John melangkah masuk ke dalam ruangan.Anthony hanya berdiri di ambang pintu selama beberapa detik, lalu memilih mundur dengan raut wajah tegang.Dia sadar betul, pertemuan antara ayah dan anak itu tidak akan berlangsung singkat, apalagi damai. Pintu pun kembali tertutup, menyisakan keheningan yang terasa berat.John berdiri tepat di hadapan meja kerja Leonardo. Tatapannya begitu dingin, menusuk, dan penuh tekanan.Wajah pria tua itu kaku, rahangnya mengeras, seolah sedang menahan amarah yang sewaktu-waktu b
Terakhir Diperbarui : 2026-01-04 Baca selengkapnya