Laras masih berdiri di tempat yang sama.Matanya terpaku pada pintu yang baru saja dilewati Saka.Entah kenapa, melihat lelaki itu pergi begitu saja membuat hatinya terasa nyeri.Padahal bukankah itu yang ia inginkan?Bukankah sejak tadi ia sendiri yang mengatakan ingin mengakhiri sandiwara pernikahan mereka?Laras perlahan duduk di tepi tempat tidur.Tangannya menggenggam ujung bajunya."Mungkin memang sudah takdirku..." Suaranya lirih."...harus hidup sendiri dalam sepi." gumam Laras dengan suara bergetar."Tak ada yang tulus mencintaiku."Laras segera menggeleng."Ngomong apa sih aku?"Ia mengusap sudut matanya yang mulai basah."Lagian siapa juga yang cinta sama aku?"Senyum getir muncul di wajahnya."Mas Saka kan menikahiku hanya karena kasihan."Laras menunduk."Dan hanya ingin membantu aku menyenangkan Bapak."Ia menarik napas panjang."Setelah Bapak pergi, sudah seharusnya semuanya selesai."Namun semakin ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, semakin sesak dadanya terasa.Lar
Last Updated : 2026-08-17 Read more