LOGINNiat Larasati memperkenalkan kekasihnya kepada sang ayah yang sedang sekarat hancur seketika saat ia memergoki Rehan, kekasihnya tengah berselingkuh. Demi mengabulkan permintaan terakhir ayahnya, Laras terpaksa menikah secara kilat dengan Saka, sepupu sang mantan, dalam sebuah pernikahan yang mereka anggap hanya sandiwara.Namun, ketika batas antara kepura-puraan dan kenyataan mulai mengabur, akankah pernikahan darurat ini justru berubah menjadi takdir cinta yang sungguh-sungguh?
View MoreLaras masih berdiri di tempat yang sama.Matanya terpaku pada pintu yang baru saja dilewati Saka.Entah kenapa, melihat lelaki itu pergi begitu saja membuat hatinya terasa nyeri.Padahal bukankah itu yang ia inginkan?Bukankah sejak tadi ia sendiri yang mengatakan ingin mengakhiri sandiwara pernikahan mereka?Laras perlahan duduk di tepi tempat tidur.Tangannya menggenggam ujung bajunya."Mungkin memang sudah takdirku..." Suaranya lirih."...harus hidup sendiri dalam sepi." gumam Laras dengan suara bergetar."Tak ada yang tulus mencintaiku."Laras segera menggeleng."Ngomong apa sih aku?"Ia mengusap sudut matanya yang mulai basah."Lagian siapa juga yang cinta sama aku?"Senyum getir muncul di wajahnya."Mas Saka kan menikahiku hanya karena kasihan."Laras menunduk."Dan hanya ingin membantu aku menyenangkan Bapak."Ia menarik napas panjang."Setelah Bapak pergi, sudah seharusnya semuanya selesai."Namun semakin ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, semakin sesak dadanya terasa.Lar
DRRTTT... DRRTTT...Saka menghela nafas, sedangkan Laras dapat bernafas dengan lega.Laras segera menjauh, menunduk,berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.Saka mengambil ponsel dari sakunya.Tatapannya jatuh pada nama yang tertera di layar.Mama.Sebelum menjawab panggilan tersebut, Saka membuang napas dengan kasar.Kemudian ia mengangkat telepon."Iya, Ma..."Suara sang ibu langsung terdengar dari seberang."Ka, kamu ini di mana saja? Berapa hari kamu gak pulang?"Saka melirik sekilas ke arah Laras."Saka lagi masih banyak urusan, Ma. Nanti Saka beri tahu.""Bukan begitu. Kamu ini jarang pulang. Sebentar lagi Angel pulang ke Indonesia. Mama ingin segera menyiapkan pernikahan untuk kalian."Saka menghela napas."Sudahlah, Mama atur. Saka masih sibuk.""Ka—"Saka tidak memberi kesempatan ibunya melanjutkan.Ia langsung memutuskan panggilan telepon tersebut.Ruangan itu kembali hening setelah panggilan telepon dari Mama Saka berakhir.Laras yang sejak tadi hanya diam akhirnya m
"Katakan padaku, sejak kapan kalian menjalin hubungan?" Rehan semakin murka melihat Saka yang terlihat sangat meremehkan dirinya.Cairan merah mengalir dari tepi bibirnya, Saka mengusapnya lembut, lalu tersenyum tipis."Sejak kamu mengabaikannya?""Apa? Mengabaikannya katamu? Sejak kapan aku mengabaikannya? Dia masih milikku Saka!" Teriak Rehan."Milikmu? Dia sebisa mungkin menjaga hati dan perasaanya, tapi malah kamu dengan mudahnya bermain api di belakangnya dengan banyak wanita." cibir Saka meremehkan.Tangan Rehan mengepal kuat."Bukannya kamu tau sendiri, aku hanya main main dengan wanita di luar sana.""Kamu main main dengan wanita di luar sana, tapi mempermainkan pacarmu sendiri, lantas apa salahnya jika dia pergi darimu?""Kamu memang sepupu kurang ajar, aku telah salah menganggapmu sebagai sepupu sekaligus sahabat yang baik bagiku."Reham kembali melayangkan pukulan ke wajah Saka.Bug.. Bugg.. Bugggg.Dua orang petugas keamanan datang, untuk mengamankan Rehan."Berhenti! Kamu
"Ras, motornya aku bawa yaa." ucap Saka sambil terus mengemudikan motor Laras."Iya Mas, bawa saja.""Nanti aku jemput.""Gak perlu Mas, nanti aku bisa pulang bareng temanku atau naik angkot.""Jangan Ras!""Gakpapa Mas, beneran."Motor yang dikendarai Saka terus melaju, tanpa mereka sadari ada sebuah mobil yang terus membuntuti mereka.Rehan tidak terlalu dekat. Ia sengaja menjaga jarak agar Laras tidak menyadari keberadaannya.Matanya terus tertuju pada motor di depannya.Sesekali ia melihat sosok Laras yang duduk di belakang lelaki tersebut.Semakin lama, rasa penasaran di dalam dirinya semakin besar."Siapa sebenarnya lelaki itu?"Rehan kembali mencengkeram setir."Kenapa lelaki itu sepertinya sangat tak asing bagiku, aku harus bisa menemukan lelaki itu. Aku harus ikuti terus mereka."Hampir tiga puluh menit kemudian, motor itu akhirnya memasuki kawasan industri tempat Laras bekerja.Di depan sebuah pabrik besar, Saka memperlambat laju motornya.Laras melihat jam tangannya."Mas,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews