Bella masih berdiri di dekat sofa ketika pria itu melangkah ke hadapannya. Pria itu tersenyum lebih dulu, senyum yang hangat dan sopan.“Selamat sore, Nona Muda,” sapanya. “Masih ingat saya?”Bella menatapnya lebih saksama, lalu mengangguk. “Tentu saja, kamu Rico, kan?Aku tidak menyangka akan bertemu lagi denganmu.”Rico mengangguk cepat, senyumnya melebar. “Iya, Nona. Saya juga tidak menyangka bertemu dengan Anda, senang Nona mengingat saya.”Bella menatap penuh rasa ingin tahu, “tapi, kenapa kamu ada di sini?” tanyanya polos.Rico menggaruk tengkuknya, sikapnya sedikit canggung namun tetap hormat. “Saya sekarang bekerja di sini, Nona. Mulai hari ini saya resmi menjadi pengawal di kediaman DeLuca.”Bella terdiam sesaat, lalu alisnya berkerut halus. “Bekerja di sini?”Nada suaranya bukan kaget semata, melainkan bercampur bingung.Ekspresi Rico berubah. Senyumnya memudar, bahunya agak terkulai seolah memikul beban yang berat.“Tuan Luca memecat saya,” katanya pelan, suaranya sengaja di
Last Updated : 2026-01-20 Read more