Sambil meminta maaf kepada Malcolm, Darlene mengulurkan tangan membantu menepuk salju yang menumpuk di pakaiannya."Di luar sedingin ini, seharusnya kamu nunggu di dalam saja.""Nggak ...." Malcolm menggeleng. "Aku mau nunggu di sini, jadi begitu kamu datang, kamu langsung bisa melihatku."Di wajah Malcolm tersungging senyuman lembut dan elegan, tak pernah terlalu cerah. Namun, di musim dingin ini, senyuman itu terasa sangat hangat, langsung menyentuh hati."Oh ya, tadi di telepon kamu bilang ada urusan mendesak, urusan apa?" tanya Malcolm dengan penasaran."Nggak apa-apa, cuma melakukan satu kebaikan kecil." Darlene sendiri sadar jawabannya terdengar agak asal. Namun, dia tahu betul Malcolm tidak akan mengejar lebih jauh."Mm, yang penting kamu nggak kenapa-napa." Seperti yang diduga Darlene, Malcolm tidak menanyakan sepatah kata pun lagi.Darlene tersenyum tipis, sangat berterima kasih atas pengertian Malcolm. Namun bagaimanapun juga, dia sudah terlambat hampir dua jam, tetap saja me
اقرأ المزيد