Si kecil makan satu suap dengan kikuk, lalu menyeringai. "Enak!""Tentu saja, mi yang Mama buat itu paling enak di dunia." Arvin sendiri juga menjepit mi dan memasukkannya ke mulut.Lezat dan tidak enek, itulah keahlian Renee, juga rasa yang sudah dia sukai selama tiga tahun.Melihat ayah dan anak itu makan dengan gembira, selain diam-diam merasa senang, Renee juga mendadak merasa agak gugup.Awalnya dia mengira setelah mendengar bahwa mi itu dibuat olehnya, Renji akan menolak dan akan mendorong mi itu.Yang sama gugupnya adalah Nissa yang berada di dapur. Renji sudah makan mi, lantas apa masih perlu dia membuat sandwich?Sudahlah, toh memang dia juga tidak bisa membuatnya. Dia mengeringkan tangannya, lalu berjalan ke arah Renji dan berkata, "Ternyata Renji suka makan mi ya? Kalau begitu, besok pagi Mama Nissa buatkan mi untukmu, mau?"Renji mengangguk. "Mau, Mama Nissa paling baik!"Nissa kembali menatap Arvin. "Arvin, kamu suka mi rasa apa? Besok pagi aku datang lebih awal dan masakk
Read more