MasukSejak lahir, Renee adalah gadis tuli yang selalu dihina orang lain. Di usia 20 tahun, ibunya memanfaatkan selembar hasil tes kehamilan untuk memaksa Keluarga Suryana menikahkan putra sulung mereka dengan Renee. Pernikahan itu akhirnya berlangsung selama tiga tahun. Arvin membencinya sampai ke lubuk hati terdalam, tetapi tidak bisa lari dari takdir untuk menikah dengannya. Setelah pernikahan, Arvin kerap bermain api dengan berbagai wanita dan selalu mengabaikannya. Demi mempertahankan citra istri yang baik dan demi anaknya, Renee menahan diri berkali-kali. Sampai suatu hari, cinta sejati Arvin datang mencarinya. Anak laki-laki yang telah dia lahirkan dengan taruhan nyawa, justru memanggil wanita itu dengan sebutan "Mama". Saat itulah dia baru sadar, hati Arvin bukan tidak bisa dihangatkan, tetapi sejak awal memang hanya menyala untuk wanita lain. Renee meninggalkan surat perjanjian cerai, lalu pergi tanpa menoleh lagi. Namun, Arvin justru datang mencarinya, menahan tubuhnya, dan bertanya dengan suara menekan, "Renee, kamu pikir pernikahan ini permainan anak-anak? Bisa nikah dan cerai sesuka hati?" "Mau cerai? Boleh saja, tapi setelah kamu melahirkan anak kedua."
Lihat lebih banyakSebelum Renee tertidur, dia menyadari Xavier sedang menatapnya dengan sorot mata yang rumit.Dia menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis, lalu menenangkannya, "Dokter Xavier, nggak perlu mengasihaniku. Operasi seperti ini pernah aku jalani sebelumnya."Sebenarnya dia tahu, operasi hari ini jauh lebih rumit dibandingkan sebelumnya. Juga ... lebih berbahaya. Namun, dia tidak suka dikasihani.Xavier menarik kembali emosi di matanya, lalu bertanya, "Apa kamu bahagia bersama Arvin?"Renee tertegun sesaat. Dia tidak menyangka Xavier akan tiba-tiba menanyakan hal seperti itu.Apakah dia bahagia bersama Arvin? Sepertinya ... tidak pernah.Sejak kecil, dia diam-diam mencintai Arvin dan akhirnya berhasil menikah dengannya. Namun, karena cara pernikahan itu tidak terhormat, pernikahan mereka sejak awal sudah dibayangi tragedi.Pada awalnya dia berpikir, karena sudah menikah, selama dia mencintai Arvin dengan tulus dan memperlakukannya dengan baik, juga membina rumah tangga ini dengan sungguh-s
"Dokter Xavier, kamu benar-benar nggak ngerti maksudku?"Juwita menahan kesabarannya, lalu berkata, "Sudahlah, kita bicara terus terang saja. Selama operasinya gagal, soal harga terserah kamu mau buka berapa."Sebenarnya Xavier sudah menebaknya. Namun, saat mendengarnya langsung dari mulut Juwita, dia tetap merasa sulit dipercaya.Semua orang bilang Juwita itu kejam. Bukan hanya meremehkan menantunya yang tuli, dia bahkan pernah mempermalukannya di pesta, di depan banyak orang.Awalnya Xavier mengira kekejaman itu sudah batas akhirnya. Tak disangka, dia bisa jauh lebih kejam.Setelah keterkejutannya mereda, Xavier berdeham ringan, lalu berkata, "Bu Juwita nggak takut Arvin akan sedih? Kamu tahu sendiri berapa banyak usaha dan dana yang Arvin keluarkan demi membawaku kembali ke tanah air.""Justru karena aku tahu, aku harus mengurusmu dengan baik," ucap Juwita dengan ekspresi dingin.Dia tak menyangka anak lelakinya yang tak berguna itu bukan hanya tidak menceraikan istrinya,bahkan men
"Ya ... tapi juga nggak sepenuhnya begitu." Arvin mengangkat tangannya dan merangkul Renee."Aku tahu tiga hari lagi kamu pasti akan menjalani operasi, jadi aku ingin kamu sedikit lebih rileks. Selain itu, aku juga ingin kamu lebih banyak merasakan kehangatan keluarga, memberi diri sendiri sedikit kepercayaan diri."Renee tertegun sejenak. Kehangatan keluarga .... Bagi dirinya, itu adalah sesuatu yang begitu asing.Sejak ayahnya jatuh sakit, dia bahkan tidak berani membayangkan bahwa dalam hidup ini dia masih bisa menikmati kehangatan sebuah keluarga.Hidungnya terasa perih. Tanpa sadar, muncul dorongan untuk menangis, entah karena terharu atau karena merasa sedih pada dirinya sendiri."Arvin, jangan terus nyakitin hatiku, lalu baru dikasih permen. Orang sepertiku yang kekurangan kehangatan ini sangat mudah luluh."Arvin menarik kepala Renee ke bahunya, lalu mengusap puncak kepalanya. "Yang patuh sedikit. Nanti aku bakal kasih kamu permen setiap hari.""Selama lebih dari tiga tahun ini
"Hmm?""Ini terlalu boros. Aku jadi nggak senang."Ternyata dia tidak suka pemborosan.Arvin tersenyum, lalu memanggil manajer dan memintanya membatalkan semua hidangan berikutnya. Awalnya, dia berniat memesan semua menu restoran agar ibu dan anak ini bisa mencicipinya. Tak disangka, Renee malah tidak senang karena merasa sayang dengan uangnya."Apa aku merusak suasana?" Renee tiba-tiba bertanya.Arvin tertegun sejenak, lalu mengetikkan kalimat untuknya.[ Nggak. Setiap orang punya kebiasaan konsumsi masing-masing. ]"Kamu benar-benar berpikir begitu?""Mm." Arvin terdiam sejenak, lalu menambahkan.[ Kalau ada masalah, lebih seringlah meragukan orang lain. Jangan selalu meragukan diri sendiri. ]Ini pertama kalinya Renee mendengar ucapan seperti itu. Karena selalu meragukan dirinya sendiri, apa itu sebabnya dia menjadi begitu rendah diri?Dia juga ingin menjadi perempuan yang penuh percaya diri, tetapi setiap kali berdiri di hadapan Arvin, rasanya dirinya selalu satu tingkat lebih rend


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak