"Laras," panggil Bayu sambil menarik Laras yang ingin menuju ke arah gudang. "Bayu lepas. Apa sih mau kamu." Laras menyentak tangan Bayu lagi. "Laras, kamu itu dimanfaatkan oleh mereka." "Bayu, kamu jangan iri sama aku. Aku tuh, sudah berhasil bergabung sama mereka," jawab Laras. "Apanya yang berhasil Laras. Apa kamu buta? Kamu hanya dianggap pembantu sama mereka. Kamu membawa barang mereka ke sana ke sini, membeli mereka ini itu, mengerjakan PR mereka," bantah Bayu. "Cukup Bayu, aku tidak mau mendengar kamu," ujar Laras emosi terhadap Bayu yang terus mengganggunya. "Laras buka mata kamu lebar-lebar," ucap Bayu yang marah. Bayu meraih kedua bahu Laras. Dia menggoyangkan bahu Laras untuk menyadarkan Laras dari keinginan butanya. Bayu tidak mau terjadi sesuatu sama Laras. "Bayu sakit," kata Laras meringis kesakitan karena Bayu terlalu kencang mencengkram bahunya. "Maafkan aku Laras. Aku tidak bermaksud menyakiti kamu," ujar Bayu menyesal dan melepas bahu Laras. "Sekarang ka
Last Updated : 2026-02-04 Read more