LOGINFanny adalah gadis cupu yang tidak pandai bersosialisasi menjadi korban bullying di sekolah. Suatu malam, Fanny dijadikan tumbal ritual pemanggil arwah oleh Farhan, sang penguasa sekolah sekaligus anak kepala sekolah. Namun, sayangnya ritual pemanggil itu berujung pada kegagalan. Tubuh Fanny yang menjadi sasaran tumbal pun akhirnya dikuasai oleh arwah yang memiliki dendam atas kematiannya. Tidak sampai disitu saja, ternyata arwah tersebut menggunakan tubuh Fanny untuk membantu gadis itu membalas bullyan teman-temannya. Satu per satu siswa yang terjebak di dalam lingkaran teror dan banyak yang menuju ke ambang kematian. Jika satu-satunya jalan untuk hidup adalah bertahan hingga matahari terbit, bisakah mereka menghadapinya? Saat hidup di ambang kematian, apa yang bisa mereka lakukan?
View More"Kring … kring … kring …."
Seorang paranormal membunyikan sebuah bel di lorong sekolah. Paranormal itu adalah seorang perempuan yang sudah sudah tua atau dipanggil dengan sebutan nek Rumbi. Usianya sudah memasuki enam puluh tahunan. Dia adalah paranormal yang paling terkenal di daerahnya. Bila ada masalah dengan mistis, orang yang pertama yang akan dicari adalah dia. Telah banyak kasus yang telah dia tangani, termasuk kasus di sekolah Sukma Makmur. Nek Rumbi terus berkeliling sekolah sambil membunyikan bel. Bunyi bel yang dia goyangkan dapat memenangkan para arwah yang sering bergentayangan. Sekolah Sukma Makmur setiap tanggal tujuh belas selalu melakukan ritual tersebut. Mereka jarang melewatkan acara ini. Ini sudah seperti tradisi di sekolah itu sejak tiga puluh tahun yang lalu. Mereka dulu pernah sekali tidak melakukan ritual menenangkan para arwah. Akibatnya, pada keesokan pagi ditemukan mayat siswa yang terjatuh dari lantai dua. Keadaan mayat sangat mengerikan. Mayat siswa itu dalam kondisi badan yang remuk. Banyak darah yang keluar mengitari tubuhnya. Di tubuh siswa itu juga terdapat banyak luka memar dan goresan pisau yang misterius. Pihak sekolah menutup kasus tersebut sebagai kasus bunuh diri. Mereka tidak mau nama sekolah tercoreng oleh kejadian itu. Kasus itu ditutup dengan memberikan sejumlah kompensasi kepada keluarga korban. Pihak sekolah tidak mau keluarga korban mengungkit masalah itu lebih lanjut. Sedangkan dari keluarga pihak korban hanya bisa diam tanpa pasrah tanpa penyelidikan lebih lanjut. Mereka takut jika kasus itu ditindaklanjuti akan memakan korban lagi. Padahal itu hanyalah alasan dari pihak sekolah. Awal mulai ritual ini dilakukan karena tiga puluh tahun yang lalu, sekolah itu pernah terjadi kebakaran yang sangat besar. Kebakaran itu banyak memakan korban jiwa. Korban yang meninggal mereka tidak sempat keluar dan terjebak di dalam gedung sekolah. Saat kebakaran terjadi sedang berlangsung proses belajar mengajar. Mereka berteriak histeris meminta pertolongan diantara lautan api dan gedung yang mulai runtuh. Siswa-siswa dan para tenaga sekolah yang lain hanya berusaha menyelamatkan diri sendiri. Mereka panik sehingga tidak ingat kepada orang lain. Pihak sekolah kembali membangun sekolah itu hanya berselang beberapa minggu setelah kejadian kebakaran. Awalnya sekolah itu tidak terjadi apa-apa. Seiring berjalannya waktu, mulai terjadi keanehan. Berawal dari beberapa siswa yang menghilang secara misterius dan tidak ditemukan jejaknya lagi. Mereka menghilang setelah memasuki pekarangan sekolah. Kemudian para siswa dan siswi juga sering mendengar suara tangisan dan jeritan orang dari kamar mandi dan tempat yang sunyi. Mereka tidak menemukan orang lain di sana. Lama-kelamaan mereka melaporkan masalah itu kepada wali masing-masing. Mereka mulai ketakutan bersekolah di Sukma Makmur. Para wali murid berdatangan ke sekolah ingin minta penyelesaian. Mereka tidak mau anak mereka diteror terus. Kepala sekolah akhirnya memutuskan memanggil paranormal sebagai solusi. Masalah yang berbau mistis tidak dapat diselesaikan oleh orang biasa. Pada keesokan paginya, paranormal datang ke sekolah dan mulai mencari sumber masalahnya. Paranormal mengatakan jika di sekolah itu ada banyak arwah gentayangan dari korban kebakaran. Oleh karena itu, pihak sekolah harus melakukan ritual penyucian arwah agar mereka tenang. Setelah itu sekolah kembali normal. Sekolah itu menjadi lebih terkenal sejak beberapa tahun setelah kejadian kebakaran. Banyak siswa yang menyukai sekolah itu karena diyakini setelah tamat akan menjadi orang yang sukses. Mereka menyakini kalau para arwah yang ditenangkan akan membantu proses belajar mereka menjadi lebih baik. Sedangkan bagi orang normal, mereka memilih sekolah di Sukma Makmur karena sekolah itu memiliki visi dan misi yang sangat bagus. Serta banyak guru yang dikirimkan dari lulusan universitas bergengsi. Semua guru wajib memiliki sertifikat pengajar dan juga harus memiliki beberapa penghargaan. Tidak mudah untuk menjadi guru di sana. "Kring … kring … kring …." Nek Rumbi terus berjalan sambil membaca mantra dan tidak lupa membunyikan bel. Dia berjalan dengan menutup mata luar untuk membuka mata batin. Langkah nek Rumbi terhenti ketika ada seorang yang melewati dia. Dia bisa merasakan aura yang berbeda dari orang itu. Kemudian nek rumbi membuka matanya untuk melihat siapa yang memiliki aura aneh tersebut. "Tunggu!" panggil nek Rumbi kepada siswi yang melewatinya. Siswi itu berhenti, nama dia adalah Fanny. Fanny merupakan siswi yang sering dijadikan target bully. Fanny dibully karena penampilan dia yang culun dan juga seorang kutu buku. Paras Fanny seperti wajah gadis Asia pada umumnya. Memiliki badan yang kecil, rambut lurus hitam yang panjang serta mata yang bulat besar. Fanny sering menggunakan baju yang kebesaran dan kaca mata hitam tebalnya. Rambutnya yang panjang dia biarkan tergerai menutupi wajahnya. Sehingga tidak enak dipandang, apalagi Fanny sering berjalan menunduk sehingga rambutnya menutupi seluruh wajahnya. Mereka sering memanggilnya dengan sebutan kunti. Fanny memang pintar dalam pelajaran, tapi dia tidak pandai bersosial. Dia sering gagap dan kaku jika berbicara sama teman sekolahan. Obrolan yang keluar dari mulutnya sering keluar dari topik. Sehingga teman Fanny tidak banyak, hanya ada satu, Ricko. Ricko juga seorang kutu buku dan culun. Tidak jauh dari penampilan Fanny. Mereka sering terlihat berdua dimanapun. Bedanya, mereka tidak terlalu berani membully Ricko, lantaran dia adalah anak orang kaya. Mereka hanya akan menjelekkan Ricko tanpa menyentuh fisik. "Ada apa, Nek?" tanya Fanny menatap takut nek Rumbi di balik kacamata tebalnya dan kepala yang menunduk. Bersambung ...."Booom…." Mobil itu meledak setelah ucapan terakhir pak Felix dan tangannya yang berhasil menghidupkan mobil. Ketika mobil itu berhasil dihidupkan mobil itu langsung meledak dengan suara sangat keras. Laras tertawa puas melihat mobil itu terbakar. Kebakaran itu sama persis disaat dia terbakar dulu. Biar pak Felix merasakan seperti yang dia rasakan saat terbakar hidup-hidup. "Felix!" Pak Putra jatuh terduduk. Dia gagal mencegah temannya. Sekarang temannya mati tepat di depan matanya. Dia merasa dejavu melihat mobil itu terbakar dengan melihat gedung sekolah yang terbakar tiga puluh tahun yang lalu. "Apa yang harus kita lakukan? Mobil itu terbakar. Kita harus menyelamatkan pak Felix," ujar pak polisi panik. Mereka sudah tidak lagi berlarian. Langkah mereka terhenti karena ledakan mobil. Mereka tidak bisa mendekat lebih jauh lagi. "Semua telah terlambat, Pak. Pak Felix pasti tidak akan selamat. Apinya sangat besar. Ledakan itu pasti langsung membunuh pak Felix," larang Farhan ke
"Husss … brakkk!" Perdebatan mereka berdua terhenti oleh sebuah lampu yang tiba-tiba jatuh di antara mereka. Lampu itu adalah lampu utama di gudang itu. Sedangkan lainnya hanyalah lampu-lampu kecil yang memiliki watt lebih rendah. Sehingga gudang itu hanya memiliki penerangan yang sangat minim sekarang. Pak Felix sangat terkejut dengan lampu yang jatuh. Jika saja tadi dia tidak memundurkan langkah ketika berdebat dengan pak Putra, maka lampu itu akan jatuh tepat di atas kepalanya. "Dia sudah ada di sini. Aura Laras sudah mulai kuat," kata nek Rumbi memperingati. Mata nek Rumbi menatap ke setiap penjuru gudang. Dia belum bisa mendeteksi dimana posisi Laras dengan tepat. Aura Laras bergerak mengitari gudang. Hal itu untuk mengecoh keberadaan dia. "Apa maksud kalian?" tanya pak Felix belum mengerti. "Seseorang yang ingin membalas dendam akan mengeluarkan aura negatif yang cukup kuat. Semakin besar auranya, semakin besar rasa dendamnya. Selama hidupku, ini adalah aura yang paling ku
"Aaaa …," teriak pak Felix setelah tangannya berada di dalam lubang. Pak Felix teriak kesakitan. Tangan terluka karena digigit oleh tikus liar yang berada di dalam lubang. Ada bercak darah yang menetes di lantai. Dia segera mengambil kain sapu tangan yang biasa dibawa kemanapun. Dia menggunakan lain itu untuk membersihkan darah dan juga bekas gigitan tikus. "Dari mana tikus-tikus liar itu. Apakah anak-anak buahku tidak bisa bekerja dengan becus? Kenapa ada tikus di gudang ini? Bagaimana kalau tikus-tikus itu merusak barang-barang yang ada di sini? Besok aku akan memberikan pelajaran kepada mereka. Enak saja mereka bekerja tidak becus," kata pak Felix dengan nada marah. Pak Felix membalikkan arahnya ingin menuju ke pintu gudang. Dia tidak mau berlama-lama di gudang lagi. Langkahnya kembali terhenti karena mendengar suara seseorang meminta tolong. Suara itu tidak asing bagi pak Felix. Dengan rasa penasaran yang tinggi dia berjalan ke arah sebuah benda yang ditutupi oleh kain. Dari ba
"Felix! Felix!" "Ada apa Pak?" "Gawat, ternyata Felix tidak jadi ke luar negeri. Dia ada di kota ini. Terus, tiba-tiba sambungan telepon putus. Nomor dia tidak bisa dihubungi lagi," sahut pak Putra dengan tangan melakukan panggilan ulang untuk pak Felix. Pak Putra sama sekali tidak bisa menelepon pak Felix kembali. Sinyal handphone sama sekali tidak bermasalah. "Sepertinya Laras akan mengincar pak Felix," ujar nek Rumbi. "Apa Bapak tahu di mana keberadaan pak Felix?" "Iya Pak, saya tahu. Tadi dia mengatakan jika dia ada di gudang penyimpanan barangnya. Tempat itu sedikit jauh dari sini," jawab pak Putra menatap pak polisi. "Sekarang kita harus menyusulnya sebelum terlambat," ujar nek Rumbi. "Kami juga ikut," sahut Farhan. "Kalian tetap di sini. Kami harus segera ke gudang penyimpanan barang. Ayo pak Putra," tolak nek Rumbi. "Tidak, tunggu dulu. Biarkan kami ikut. Kami tahu bagaimana cara menyegel aura Laras yang sangat kuat," cegah Vicky. Nek Rumbi tidak jadi jalan. Dia men
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.