"Tunggu! Sepertinya ada yang kurang," ucap Coki merasa ada yang ganjil. "Apanya yang kurang?" tanya Doni. "Entahlah, aku juga tidak tahu. Sepertinya ada yang kurang saja," sahut Coki. "Kamu jangan menambah masalah," kata Farhan tidak suka. "Aku tidak bohong. Kita seperti melupakan sesuatu!" teriak Coki tidak terima. "Apa yang kalian ributkan?" tanya nek Rumbi bangkit dari tempat duduknya. "Tidak tahu tuh, Nek. Coki hanya bicara ngawur," sahut Doni. "Aku tidak berbicara dengan ngawur. Kalian saja yang yang tidak percaya sama aku," bantah Coki. "Sudah kamu diam saja. Jangan banyak omong lagi," ucap Doni mengapit leher Coki dengan kedua tangannya. "Apa yang kamu lakukan. Lepas Doni. Ini sakit," teriak Coki memukul lengan Doni. "Kamu memang tidak bisa diam ya," gumam Doni menggoyangkan leher Coki tanpa melepaskan tangannya. "Lepas! Kamu itu seperti psikopat tahu," teriak Coki kewalahan melawan Doni. Seketika Doni berhenti menggoyangkan leher Coki. Tidak hanya Doni, Farhan
Última actualización : 2026-02-21 Leer más