Semenjak mendapat penolakan bertubi tubi dari Ellies, Hans bahkan kerap menghabiskan waktunya dengan cara menyakiti dirinya sendiri. Seperti saat ini, pria berhati dingin itu memilih untuk meneguk Champagne hingga hampir habia sua botol di sebuah diskotik kelas kakap. Matanya merah, wajahnya berantakan, di tambah dengan beberapa wanita yang mengelilingi dirinya di sebuah meja bundar dengan cahaya lampu remang remang. Meskipun tak segut bercinta dengan salah satu wanita pekerja seks tersebut, tapi Hans membiarkan mereka meraba setiap inci tubuhnya. Baginya, ia sudah tak bernilai apa apa, gagal dalam jalinan asmara, banyak mengecewakan orang orang di sekitarnya. Bahkan yang lebih membuat hatinya tersayat adalah; saat dirinya dengan sadar menjamah Sutra hanya karena sebuah dendam keluarga pada Kama. Sedangkan belum jelas duduk perkaranya. Sungguh picik pikirannya, bukan? “Tambahkan satu botol lagi,” pinta Hans, skleranya sudah menyiratkan semburat merah. Sesekali ia mengerjap nge
อ่านเพิ่มเติม