"Kenapa, bu?" Tanya Bening datar."Kamu marahin Ifa tadi? Kok dia sampai menangis begitu?" Sekarang Iman yang malah bertanya."Aku cuma negur, bukan marahin, mas." Jawab Bening berusaha sabar."Kalau nggak dimarahin ya nggak mungkin sampai menangis begini, Ning." Sela Wati yang langsung memperlihatkan Ifa yang masih menangis merengek manja.Bening menghela nafas ketika Iman menatapnya dengan penuh pertanyaan."Jadi begini ceritanya, tadi aku sedang masak dan Ifa makan di meja makan. Cuma aku tadi memang menegurnya karena dia mengambil sayur bening dari sendok bekas dia. Itu kan jorok, mas. Aku nasehatin kalau mau ambil makanan harus dari sendok yang berbeda, tapi dia malah nggak terima dan marah-marah."Iman sekarang beralih menatap adiknya."Bener begitu ceritanya, Ifa?"Ifa yang sudah berhenti menangis lalu menatap Iman dengan mata yang memerah. Giliran Wati yang bertanya pada anaknya."Jawab, Ifa!" Seru Wati."Iya, bu." Jawab Ifa tertunduk."Nah!" Iman sampai menggaruk kepalanya. "
Terakhir Diperbarui : 2025-11-21 Baca selengkapnya