Langit di ufuk barat Salvador tampak seolah-olah baru saja disayat, menyisakan warna merah jingga yang pekat dan mengancam. Di tepi jalan berdebu yang sunyi, sebuah truk tua pengangkut pakan ternak mengerem perlahan, menimbulkan kepulan debu yang menyelimuti dua sosok pria yang melompat turun dari bak belakang.Juanito Dolores mengibaskan debu dari jas kotornya, lalu menepuk pintu truk sebagai tanda terima kasih kepada sang sopir. Begitu truk itu melaju menjauh, kesunyian hutan perbatasan kembali menyergap.Juanito segera merogoh saku, mengeluarkan ponsel satelit baru yang diberikan oleh Adela. Dengan jemari gemetar karena gairah kemenangan yang mulai terasa, ia menekan nomor putrinya."Adela... aku sudah di titik koordinat. Aku membawa 'masa depan' kita," bisik Juanito, matanya melirik pada Carlos Stanza yang berdiri tenang di sampingnya.Carlos hanya diam, menatap hamparan bukit Salvador dengan tatapan dingin seorang predator. Baginya, pemandangan ini hanyalah sekadar latar belakan
Ler mais