Di saat lonceng katedral berdentang menyambut pelantikan sang pemimpin baru, atmosfer di koridor keberangkatan internasional terasa mencekam bagi seorang wanita. Camila Palmer melangkah dengan punggung tegak, namun hatinya hancur berkeping-keping. Dari balik kacamata hitam oversized merk ternama, bulir-bulir bening tak henti jatuh membasahi pipinya yang porselen.Cinta, bagi seorang ratu dunia hitam sepertinya, adalah kelemahan yang mematikan. Namun, 28 hari berperan sebagai istri palsu Alex Parker telah mengubah sesuatu di dalam dirinya. Ia bangga melihat Alex berdiri di puncak takhta, namun ia tak ingin pria itu melihat air matanya dan memberikan rasa kasihan yang merendahkan.Thomas yang berjalan di belakangnya, menyadari bahu majikannya bergetar hebat. Dengan gerakan sigap namun sopan, ia maju dan menyodorkan sapu tangan sutra putih. Camila berhenti sejenak, melepas kacamatanya, dan mengusap sisa kesedihan itu. "Dunia ini terlalu dingin untuk air mata, Thomas," bisik Camila, su
Ler mais