LOGIN| khusus dewasa | Di balik gemerlap dunia para miliarder, tersembunyi sebuah rahasia kelam. Landon Parker, pewaris tahta Group Parker, menikahi Elsa, seorang gadis desa yang lugu, hanya demi memenuhi wasiat kakeknya. Tanpa cinta, Landon memperlakukan Elsa dengan kejam, hingga Elsa kehilangan segalanya. Di tengah keputusasaan, Elsa bertemu dengan Alex Parker, ayah mertuanya. Alex, pria dingin dan berkuasa, merasa bertanggung jawab atas penderitaan Elsa dan bertekad untuk melindunginya. Namun, semakin dekat Alex dengan Elsa, semakin besar pula godaan yang menghantuinya. Mampukah Alex menahan diri dari pesona Elsa, ataukah ia akan menyerah pada hasrat terlarang yang membara di dalam hatinya?
View MoreROMA, ITALIA – DUA PULUH TAHUN KEMUDIANRoma adalah kota yang tak pernah benar-benar tidur. Di balik kemegahan arsitektur kunonya, detak jantung kota ini digerakkan oleh dua elemen yang saling melengkapi: bisnis legal yang dikuasai oleh Alex Parker dan dunia bawah yang berada dalam genggaman besi Camila Palmer. Pasangan ini telah menjadi legenda hidup; Alex sang penguasa ekonomi Eropa, dan Camila sang Lady Mafia yang memastikan tak ada satu pun bayang-bayang yang bergerak tanpa izinnya.Hari ini, 20 November 2046, Roma bersiap untuk sebuah perayaan besar. Dave Alen Parker, putra mahkota Group Miracle, genap berusia 23 tahun. Dave adalah sebuah misteri yang hidup. Sejak usia lima tahun, demi melindunginya dari daftar panjang musuh keluarga, Alex dan Camila mengirimnya ke asrama rahasia di Pulau Sisilia. Publik hanya mengenal namanya, namun tak pernah melihat wajahnya. Ia adalah "Hantu" dari klan Parker—pewaris berdarah biru yang dididik dalam kerasnya disiplin militer dan kecerdasan
Matahari merayap menuju puncaknya, namun hawa dingin tetap menyelimuti San Alexandria. Daun-daun maple kemerahan gugur satu per satu, menari ditiup angin sebelum mendarat di atas tanah merah yang masih basah. Di sana, di dalam peti mati mahoni yang mewah, Elsa Wilson terbaring dengan kedamaian abadi. Ia mengenakan gaun hitam sutra yang elegan, jemarinya yang pucat ditautkan di atas perut, menggenggam buket mawar putih yang kontras dengan kegelapan di sekelilingnya. Matanya terpejam rapat, sebuah tidur panjang yang tak akan terusik oleh intrik dunia lagi. Alex Parker berdiri mematung. Saat peti itu perlahan turun ke liang lahat, kekuatannya runtuh. Sang penguasa yang biasanya tegak itu jatuh lemas di tepi lubang, menyadari bahwa ini adalah kali terakhir ia bisa menatap wajah wanita yang telah memberikan segalanya untuknya. Di sampingnya, Marquez Wilson mencengkeram gundukan tanah dengan tangan kosong, isak tangisnya pecah meratapi kepergian adik satu-satunya. Jesica berdiri di
Cahaya keemasan musim gugur menyusup melalui celah gorden sutra di Villa Parker yang terisolasi. Pagi itu terasa seperti sepotong surga yang dicuri dari tumpukan tragedi. Elsa Wilson terbangun perlahan, matanya tertuju pada sosok pria yang kini menjadi pusat semestanya: Alex Parker. Dalam remang cahaya subuh, Alex masih terlelap, wajahnya yang biasanya keras dan penuh otoritas kini tampak tenang, hampir rapuh. Mereka berbaring polos di bawah selimut putih tebal yang sama, berbagi kehangatan yang meluruhkan semua ingatan tentang peluru dan air mata. Saat Elsa hendak bangkit, sebuah tangan yang kuat namun lembut mencekal lengannya. Elsa tersentak kecil, hanya untuk menemukan manik mata Alex yang sudah terbuka, menatapnya dengan binar kerinduan. "Selamat pagi, Istriku," bisik Alex dengan suara serak khas bangun tidur. Elsa tersenyum, kembali merebahkan kepalanya di bantal. "Selamat pagi, Walikota." Alex menarik Elsa mendekat, lalu dengan gerakan penuh kekaguman, ia menempelkan
San Alexandria terbangun dengan sinar matahari yang membelai permukaan kota, seolah tak pernah terjadi pertumpahan darah di atas aspalnya. Berita penembakan sang Walikota, Alex Parker, telah menguap begitu saja; sebuah kasus yang ditutup rapat di bawah kekuasaan mutlak, menyisakan misteri yang hanya diketahui oleh mereka yang hidup di balik bayang-bayang. Di depan gerbang Bungalow Wilson yang megah, Marquez Wilson berdiri dengan bahu yang tampak kaku. Ia menatap bangunan yang pernah menjadi simbol kejayaan keluarganya. Kini, rumah itu terasa seperti makam besar bagi kenangan. Di telinganya, seolah masih bergema tawa manja Elsa saat bercerita tentang debut baletnya, dan suara berat David yang tertawa puas sambil merangkul bahunya. Semua itu kini hanyalah abu yang tertiup angin. Marquez mengusap sebutir air mata yang mengalir di pipinya—sebuah kelemahan langka bagi sang pewaris Wilson. Jesica mendekat, meremas bahunya dengan lembut untuk memberikan kekuatan yang ia sendiri pun h






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews