“Sayang, kamu beneran hamil?” Suara Revan nyaris bergetar, seolah tak percaya dengan ucapan suster tadi. Maira menatap Revan dalam diam, lalu tersenyum pahit. “Mana mungkin, Mas?” ucapnya lirih dan dalam keadaan sedih, “rahim aku udah rusak, kan? Mas sendiri yang tahu soal itu. Dokter bilang dulu aku susah hamil setelah keguguran pertama.” Wajah Revan perlahan menegang, antara bingung dan lega. Ia memegang tangan Maira, menggenggamnya erat seolah ingin menenangkan sang istri, tapi dalam hati justru ada rasa bersalah yang tak bisa ia jelaskan karena kala itu Maira keguguran karena salah Revan. Sementara itu, Riri berdiri di belakang Revan dengan senyum puas terselip di bibirnya. Tatapannya menyapu tubuh Maira dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan ekspresi merendahkan. “Oh begitu,” gumamnya, nada suaranya dibuat seolah kasihan tapi justru meremehkan, “pantas aja ya, Mas, Mbak Maira keliatan stres banget belakangan ini. Jadi karena masalah itu toh.” Maira hanya men
Last Updated : 2025-11-19 Read more