Tabib Hou memeriksa Mei Anqi dengan teliti sembari membuka buku medis milik mendiang gurunya. Dari yang dia tangkap setelah melayangkan banyak pertanyaan, Tabib Hou berhasil mengambil kesimpulan. “Nona Mei mengalami gangguan ingatan, mungkin disebabkan pukulan keras yang sempat beliau terima.” Tabib Hou mendesah pelan, melirik sekali pada wanita yang duduk diam seperti orang linglung. Kebahagiaan meluap memenuhi rongga dada Zhen Ming. Pria itu tersenyum tulus setelah sekian lamanya. “Paman, benarkah?” ada getaran halus dalam suaranya, seolah tak percaya Langit memberinya kesempatan kedua. “Benar, ingatannya mengalami masalah. Entah untuk sesaat atau selamanya, kita tidak tahu.” Tabib Hou memandangi raut bahagia Zhen Ming meski tak terlalu kentara. Pria tua itu menepuk punggung Zhen Ming, “Yang Mulia beruntung, Dewa memberi anda kesempatan kedua. Gunakan sebaik-baiknya, jangan lepaskan dia untuk yang kedua kali.” Zhen Ming menjawab mantap, “Aku tidak akan melepasnya lagi, Pama
Dernière mise à jour : 2026-01-12 Read More