LOGINDi kehidupan pertama, kehidupan Mei Anqi sebagai seorang istri sangat berliku-liku. Entah itu sulit untuk hamil, dibenci oleh mertua, hingga dipukuli dan diselingkuhi oleh suaminya sendiri. Mei Anqi mengalami depresi dan memilih jalan ekstrem mengakhiri nyawa. Namun, ternyata Dewa memberinya kesempatan kedua. Sayang seribu sayang, begitu dia membuka mata, tubuhnya ditindih oleh pria perkasa dan disetubuhi hingga setengah mati. Saat itu, Mei Anqi baru tersadar bahwa dia terlahir kembali sebagai salah satu tokoh penjahat dalam buku novel! Sialnya, dia ditakdirkan mati muda di tangan sang Raja! *** “Luluhkan Raja Yan, tingkatkan rasa sukanya, dan jadilah teman! Aku akan menyenangkan leluhur besar ini dengan segala cara demi hidupku!” Akankah Mei Anqi berhasil menaklukan Raja Yan dan menghindari bad ending? Bisakah Mei Anqi melindungi dirinya ketika konflik kekuasaan mulai ikut terlibat?
View More“Kamu meninggalkanku setelah menggodaku.” Zhen Ming mengeluh setibanya didapur dini hari. Dengan cemberut ia tumpukan dagunya ke puncak kepala Qiqi. Wanita itu sedang sibuk memotongi kue buatannya untuk anak-anak. “Saya? Siapa yang menggoda siapa? Haruskah saya mencarikan anda cermin, Yang Mulia?” “Nyonya, bicaramu menyakitiku.” “Kamu juga sama saja di masa lalu.” Lalu Zhen Ming mengunci rapat bibirnya, kalah telak mengadu argumen bersama gadis kecil ini. Mau sekarang atau masa lampau, kefasihan Qiqi belum berubah. “Baiklah, aku salah.” “Baguslah karena anda tahu anda salah.” “Jadi kapan kamu akan memaafkanku seutuhnya?” “Entahlah, mengapa anda terus memaksa saya? Bukannya anda bilang bersedia menunggu? Atau ... ucapan anda sebelumnya ternyata rayuan belaka?” “Mustahil!” “Kalau mustahil sesuai pengakuan anda, jangan ganggu saya pagi-pagi begini.” Ia berbalik, memutar tubuh ramping yang terbalut hanfu biru cerah. Rambut panjangnya dikepang menyamping ke samping oleh Xia
“Siapa yang kamu bunuh hari ini?” “Aku—” “Jangan bertele-tele, Yang Mulia.” Mata almondnya menyipit marah. “Terlibat pertarungan bisa membahayakan anak-anak,” imbuhnya. Perasaan senang Zhen Ming karena merasa dikhawatirkan seketika musnah dihantam kalimat terakhir Mei Anqi. Lucu, apa yang ia harapkan? Bermimpi wanita ini akan takut kehilangannya? Sebaliknya, justru Zhen Ming yang sering dihantui rasa takut ditinggal pergi wanita kecil ini untuk kedua kali. “Suku bar-bar Xiong Nu berulah. Gubernur memanggilku atas perintah Kaisar, Ayahanda ingin aku memeriksa bagian perbatasan barat Kota Xiyu.” “Bukankah suku bar-bar sudah berhasil dimusnahkan?” “Ada dua suku bar-bar yang mengganggu benua ini selama ratusan tahun, pertama Suku Luoyan yang sudah aku basmi. Kedua, itu suku Xiong Nu, mereka selalu tenang dan lebih cerdas. Tapi akhir-akhir ini ada pergerakan mencurigakan yang menggeser batas perbatasan.” Kehidupan damai mereka baru saja dimulai dan percikan api peperanga
Dua bulan terlewati dalam sekejap mata dan waktu memanen ladang pun tiba. Mei Anqi sudah bersiap sejak pagi bersama anak-anak. “Ibu, di mana Ayah?” Jiali memeluk leher ramping Anqi dengan nyaman. “Jiali belum melihat Ayah setelah bangun tidur.” “Ayahmu pamit pergi karena ada urusan, mungkin baru pulang sore. Kenapa? Sudah merindukannya?” Jiali melengos kesal sebab Zhen Ming tidak berpamitan dulu padanya sebelum pergi. Hongyi masih mengantuk ketika terpaksa mengikuti Ibu dan saudaranya menaiki gerobak sapi. Pergi menuju ladang yang telah mereka rawat dua bulan lebih. Kali ini Nenek Chu dan Bibi Chen ikut pergi ke ladang. Sehingga di rumah tersisa Xiao Bai dan Xiao Yun sebagai penjaga. Li San mengenderai gerobak sapi di depan, sesekali bertukar pengetahuan dengan Daisen mengenai ilmu kemiliteran. Selang sepuluh menit mereka tiba di ladang. Wanita di desa berbondong-bondong pergi ke sana untuk melihat hasil panen— apakah sesuai dugaan Nyonya Shen bahwa hama takut pada
“Zhen Ming, percaya atau tidak aku akan membakar Mansionmu jika kau menolak pulang sekarang!” Zhen Ming tetap terlihat santai meskipun diomeli dan disumpah serapahi oleh Raja Fei— kakak laki-lakinya, Zhen Xuan. “Berisik, bukankah kita sudah sepakat? Aku memberimu uang dan sebagai imbalannya, kau bekerja untukku.” Selama Zhen Ming, Gao Yan, Li San, dan Bibi Chen pergi, urusan Mansion Yan dipegang oleh Raja Fei dan Cai Lun. Tentu saja dengan imbalan gaji fantastis. Zhen Ming bukan boss kejam yang pelit. Ia menawarkan harga tinggi untuk membeli jasa Raja Fei dan Cai Lun. Seandainya Gao Yan tinggal di Mansion Yan, mungkin Raja Fei dan Cai Lun tak lagi diperlukan. Tetapi mengingat Desa Xinlong berada di wilayah perbatasan, keahlian Gao Yan dan Li San sangat diperlukan sementara untuk menjaga rumah. “Aku kembalikan semua uangmu, sekarang pulang bersamaku! Sebenarnya wanita macam apa yang bisa membuatmu bodoh seperti ini, hah!?” “Mei Anqi, siapa lagi?” Zhen Xuan tercengan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore