“Menghindari anda seperti wabah?” Kini balik bertanya dengan nada tak senang, Mei Anqi memicingkan matanya jengkel. Zhen Ming dengan sifat keras kepalanya bergeming, seolah apa yang baru saja ia katakan bukanlah kebohongan. Ekspresi sombong tersemat pada wajah tampannya. Tidak berniat mengakui seberapa memalukan perilakunya sekarang. “Yang Mulia, sudahlah. Buang saja pokok yang kurang penting, anda ke sini karena menurut anda saya melakukan kesalahan, kan?” Apalagi kalau bukan begitu? Mei Anqi kurang lebih mulai mencerna dan mempelajari beberapa tingkah aneh Zhen Ming. Lihatlah bagaimana ia bekerja keras memahami pria sepertinya. Raja Agung apanya, Dewa Perang apanya, jelas-jelas hanyalah pria besar berjiwa anak kecil. Ingin dimanja, namun gengsinya tinggi tak terkira. Mei Anqi tidak tahu harus tertawa atau menangis. Ia melihat kebungkaman pria di sana terus berlangsung, alhasil, ia menghela nafas kesekian kalinya. Jemarinya mencubit gaun hanfu putih tipis yang
Dernière mise à jour : 2025-12-20 Read More