"Bukan hanya berdiri, Lia. Kamu adalah proklamasi kemenanganku," Arka memutar tubuh Lia agar mereka saling berhadapan, namun ia tidak melepaskan cengkeramannya pada pinggul wanita itu. Ia menarik Lia hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka, membiarkan kain tuxedo-nya bergesekan dengan sutra tipis gaun Lia. Arka memegang wajah Lia dengan kedua tangannya, ibu jarinya mengusap bibir merah darah Lia dengan tekanan yang menuntut kepatuhan mutlak. "Malam ini adalah malam di mana kita akan mengubur nama Sanjaya selamanya di bawah kaki kita. Tapi ingat, di tengah kerumunan itu nanti, matamu hanya boleh mencari mataku. Telingamu hanya boleh mendengar suaraku."Arka terdiam sejenak, matanya yang sehitam jelaga berkilat dengan ancaman yang dibalut oleh gairah yang gelap. Ia merunduk, mendekatkan bibirnya ke telinga Lia, membisikkan sebuah sumpah yang terasa seperti belenggu emas yang paling manis sekaligus paling mematikan. "Tetap di sampingku, jangan pernah lepaskan genggamanku walau s
最終更新日 : 2026-02-17 続きを読む