LOGINDemi melunasi utang, Lia Sanjaya diserahkan kepada Arka Dirgantara, pria berdarah dingin yang terobsesi untuk memiliki segalanya. Lia datang bukan untuk memohon ampun, melainkan menggunakan kecantikannya untuk menyeret Arka ke dalam rencana balas dendam yang berbahaya. Di mansion megah itu, kontrak utang berubah menjadi perang gairah yang tanpa ampun. Siapkah Lia menghadapi obsesi gelap Arka?
View More"Ini bukan sekadar tentang masa depan finansial, Lia, ini adalah deklarasi kekuasaan yang menyatakan bahwa kamu adalah pemilik sah dari seluruh fondasi kekaisaran yang kubangun di atas darah pengkhianat," tegas Arka, kalimatnya langsung dan tajam tanpa ada keraguan sedikit pun."Apakah dengan adanya akta abadi ini, kamu akan membiarkan aku membawa mereka berjalan-jalan ke luar kota tanpa pengawalan barikade enam pengawal wanita itu?" tanya Lia, tatapan matanya menuntut jawaban yang murni dari balik topeng proteksi suaminya."Kebebasan fisik di luar sana adalah ilusi yang sangat berbahaya bagi seorang Ratu Dirgantara, Lia, tugasmu hanyalah berada di sini, menjadi poros dari seluruh pergerakan hidupku," jawab Arka, langkah kakinya bergeser mendekat hingga dada bidangnya yang keras menyentuh permukaan punggung ramping Lia."Kamu memberikan seluruh dunia ini ke dalam genggaman tanganku, namun di saat yang sama kamu mengunci pintu sangkar ini dengan rantai besi yang kian hari kian mene
Sinar matahari pagi yang hangat menerpa permukaan lantai balkon lantai dua mansion utama Dirgantara, memantulkan kilau kemewahan dari pagar pembatas berbahan besi tempa berlapis perunggu. Setahun telah berlalu sejak badai di ruang persalinan itu reda, meninggalkan kedamaian yang sunyi di atas tanah Menteng yang kini telah bersih dari jejak para pengkhianat masa lalu. Lia berdiri tegak bersandar pada tepian balkon, mengenakan gaun sutra panjang berwarna putih gading yang melambai halus ditiup angin pagi yang membawa aroma esens vanila hitam. Sepasang mata jernihnya menatap lurus ke arah hamparan rumput hijau di taman belakang, tempat dua bocah laki-laki berusia satu tahun sedang bergerak aktif merangkak di atas karpet khusus luar ruangan.Arjuna dan adiknya, dengan pakaian katun senada bermotif garis biru muda, sesekali tertawa kecil saat jemari mungil mereka mencoba meraih bayangan daun yang bergoyang. Di sekeliling area bermain anak kembar tersebut, enam pengawal wanita terlatih te
"Pertahankan tekanannya, Nyonya, jangan lepaskan energinya sekarang, sedikit lagi!" perintah dokter spesialis utama dengan gerakan tangan yang cekatan membantu melebarkan jalan lahir."Eughhh!!! Ohhh!!!" jeritan terakhir Lia terdengar lebih pendek, disusul oleh suara embusan napas panjang yang melepas seluruh ketegangan otot tubuhnya.Lengkingan tangisan kedua kembali terdengar, kali ini dengan nada yang lebih berat dan konstan, bersahut-sahutan dengan suara tangisan bayi pertama yang berada di meja sebelah kiri. Bayi kedua telah lahir, menandakan berakhirnya seluruh proses perjuangan fisik yang menguras sisa darah dan air mata dari tubuh sang Ratu Sanjaya. Suara mesin kardiotokografi mendadak kembali ke ritme normal, menyisakan bunyi detak jantung Lia yang melambat seiring dengan hilangnya rasa sakit yang merongrong tubuhnya.Arka Dirgantara yang sejak awal berdiri kokoh menopang tubuh istrinya mendadak kehilangan seluruh kekuatan di kedua belah lututnya. Tubuh kekarnya yang tega
Cahaya lampu operasi yang berpijar putih keperakan di atas langit-langit ruang bersalin memantulkan bayangan tubuh tegap Arka Dirgantara yang masih berdiri kaku bagaikan patung batu di sisi ranjang ginekologi. Cengkeraman jemari tangan Lia Sanjaya pada punggung tangannya terasa kian menguat, kuku-kuku tajam istrinya menembus kulit ari hingga menyisakan gurat-gurat merah yang mengeluarkan rembesan darah segar. Suara dengung konstan dari mesin kardiotokografi berbaur dengan deru napas Lia yang kian pendek dan tersengal-sengal menahan gelombang kontraksi kedua yang datang menghantam tanpa memberikan jeda istirahat sedikit pun. Ruangan itu terasa begitu dingin, dipenuhi bau antiseptik yang pekat, namun peluh mengalir deras membasahi dahi tegap Arka hingga melewati batas masker kain hijau yang menutup sebagian wajahnya."Tarik napas lebih dalam lagi, Nyonya, kepala bayi pertama sudah berada di pintu panggul, dorong sekuat tenaga dalam hitungan ketiga," instruksi dokter spesialis obgyn de
Deru sepasang mesin turbin helikopter serbu taktis membelah keheningan malam di atas kawasan perairan Teluk Jakarta dengan getaran yang menggetarkan kaca-kaca kapal logistik di bawahnya. Hujan rintik-rintik yang turun sejak dari pusat kota kini berubah menjadi curahan air yang menderu deras, mengh
Lampu-lampu jalan raya ibu kota mulai menyala satu per satu, membelah keremangan senja yang turun terlalu cepat tertutup gumpalan awan mendung. Mobil sedan antipeluru yang membawa Lia Sanjaya bergerak stabil di lajur tengah, diapit ketat oleh kendaraan pengawal pada bagian depan dan belakang. Kece
Aroma kopi hitam arabika yang pekat berpadu dengan keharuman embun pagi yang tersisa di taman dalam mansion Dirgantara, menciptakan atmosfer ketenangan yang semu sebelum badai informasi terbesar abad ini dilepaskan ke permukaan publik. Di dalam ruang makan privat yang didominasi oleh dinding kaca
Di sana, berdiri sosok Arka Dirgantara. Pria itu tidak berada di dalam ruang kerjanya untuk memeriksa laporan keuangan atau memimpin rapat virtual antarbangsa yang biasa menyita seluruh waktunya. Arka telah berdiri di ambang pintu sejak satu jam yang lalu, menunggu kepulangan wanitanya dengan kecem












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews