MasukLia Sanjaya dijual pamannya sendiri untuk melunasi utang kepada Arka Dirgantara, pria yang tak punya nurani. Paman Lia pikir dia mengirim "domba pasrah" untuk disembelih. Dia salah besar. Lia datang ke mansion Arka bukan untuk memohon, melainkan membawa misi balas dendam dengan kecantikannya sebagai senjata. "Jadikan aku milikmu, Tuan Arka. Dan sebagai harganya, hancurkan mereka yang telah mengkhianatiku." Arka yang semula hanya menganggap Lia sebagai jaminan, kini terjebak dalam obsesi gelap. Sang Penguasa berdarah dingin itu ingin menguasai setiap inci tubuh Lia, menaklukkan jiwanya, dan menjadikannya tawanan VIP yang takkan pernah bisa lari. Namun, di balik desahan dan kepatuhan mutlak, ada rahasia berdarah yang menanti. Saat kebenaran terungkap, siapa yang sebenarnya menjadi mangsa? Apakah Lia akan menghancurkan Arka, atau justru memilih menjadi ratu di sisi sang penguasa selamanya? Satu persembahan. Satu obsesi. Dan perang gairah yang tak mengenal kata ampun.
Lihat lebih banyakLia menarik napas tajam. "Dia bilang aku aman untuk malam ini.""Di rumah ini, keamanan adalah apa yang Tuan Arka definisikan pada detik itu juga, Nona," jawab Benyamin datar sembari memberikan isyarat ke arah tangga melingkar yang menuju ke lantai atas, sayap paling privat dari mansion tersebut.Lia tidak membantah. Ia tahu bahwa dalam permainan ini, keraguan adalah kelemahan. Ia mengikuti Benyamin melewati koridor yang lebih gelap, di mana dindingnya dilapisi panel kayu ek tua yang memancarkan aroma sejarah dan kekuasaan. Detak jantung Lia berdentum di telinganya, seirama dengan langkah sepatunya di atas karpet Persia yang tebal. Ketika mereka sampai di depan pintu kayu jati ganda yang menjulang tinggi, Benyamin berhenti dan membukanya tanpa ketukan."Masuklah," perintah pria tua itu pelan.Lia melangkah masuk, dan pintu di belakangnya tertutup dengan bunyi klik yang final. Ruang kerja itu sangat luas, dengan langit-langit setinggi dua lantai dan dinding yang sepenuhnya tertutup ole
"Makanlah," kata Arka, suaranya kini sedikit lebih lembut namun tetap memiliki nada perintah yang tak terbantahkan. "Kamu akan butuh energi untuk apa yang akan terjadi selanjutnya."Lia tersenyum misterius dan mulai menikmati hidangan mewah di depannya. Di setiap suapannya, ia merasakan kekuasaan yang mulai bergeser. Ia bukan lagi tawanan. Ia adalah tamu yang berbahaya. Dan ia akan memastikan bahwa Arka Dirgantara tidak akan pernah bisa melupakan malam di mana Lia Sanjaya masuk ke dalam hidupnya dengan mengenakan gaun pemancing yang mematikan itu.Sepanjang makan malam, percakapan mereka adalah rangkaian serangan dan pertahanan verbal yang cerdik. Arka mencoba menggali masa lalu Lia, mencoba mencari titik lemahnya, namun Lia selalu berhasil membelokkan pertanyaan itu kembali kepada Arka atau menjawabnya dengan kejujuran yang justru semakin membuat Arka terpesona. Mereka bicara tentang kekuasaan, tentang pengkhianatan, dan tentang bagaimana dunia ini hanya milik mereka yang berani meng
Satu jam kemudian, Benyamin kembali mengetuk pintunya.Lia bangkit dari tempat tidur, merapikan gaun hitamnya yang tidak kusut sedikit pun, dan mengenakan kembali sepatunya. Ia berjalan menuju pintu dengan langkah yang lebih mantap dari sebelumnya. Saat ia melangkah keluar, ia tidak lagi melihat dirinya sebagai Lia Sanjaya sang guru TK. Ia adalah sebuah entitas baru. Seorang wanita yang lahir dari pengkhianatan dan ditempa oleh ambisi.Ia dibawa menuju ruang makan yang sangat mewah, di mana sebuah meja panjang yang bisa menampung tiga puluh orang telah disiapkan hanya untuk mereka berdua. Arka sudah duduk di ujung meja, mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, menonjolkan otot lengannya yang kuat dan jam tangan mahal yang melingkari pergelangan tangannya.Cahaya lilin di atas meja memberikan nuansa yang sangat intim sekaligus mencekam. Arka menengadah saat Lia masuk, matanya kembali menelusuri penampilannya dengan intensitas yang sama."Duduklah, Nona Sanjaya," per
"Dengarkan aku baik-baik, Nona Sanjaya," bisik Arka, wajahnya hanya berjarak beberapa inci dari wajah Lia. Lia bisa merasakan napas hangat Arka di bibirnya. "Kamu bukan penentu cara di sini. Kamu adalah jaminan. Dan jaminan tidak memiliki hak untuk bernegosiasi. Kamu mungkin punya keberanian, dan gaun ini ... gaun ini memang melakukan tugasnya dengan sangat baik. Tapi jangan pernah berpikir sekejap pun bahwa kau memegang kendali atas apa yang akan terjadi di antara kita."Lia menatap balik ke dalam mata abu-abu Arka yang gelap. Alih-alih merasa takut oleh dominasi fisik itu, ia justru merasakan dorongan adrenalin yang luar biasa. Ia merasakan tantangan di balik kata-kata Arka. Pria ini ingin menghancurkan pertahanannya, ingin melihatnya tunduk. Dan Lia tahu, semakin ia melawan, semakin Arka akan terobsesi padanya."Kita lihat saja nanti, Tuan Arka," balas Lia pelan, hampir berupa bisikan. "Terkadang, jaminan yang paling berharga adalah jaminan yang paling sulit untuk dikuasai."Arka t
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.