Caitlyn berkata, "Baiklah, terima kasih.""Justru aku yang harus berterima kasih kepadamu. Kamu membesarkan Rezi seorang diri sampai sebesar ini dan mendidiknya dengan sangat baik." Suara Dexter sedikit tercekat. "Caca, kamu sudah bekerja sangat keras.""Nggak apa-apa." Caitlyn melirik jam. "Kamu nggak tidur lagi? Sudah makan?""Baru bangun, sekarang mau makan.""Ya sudah, makan sana. Nanti kukirim lokasi sekolah Rezi, sekalian nomor telepon Bi Ina.""Oke."Baru saja Caitlyn hendak menutup telepon, Dexter kembali bertanya, "Yasmin nggak apa-apa, 'kan?"Caitlyn tertegun sejenak.Dexter menjelaskan, "Dia temanmu, makanya aku tanya."Tentu saja Caitlyn tidak mungkin menceritakan urusan Yasmin kepada Dexter. Dia hanya berkata, "Dia baik-baik saja. Cuma kurang enak badan. Sekarang dia di rumahku.""Syukurlah."Mereka akhirnya mengakhiri panggilan. Dexter teringat semua isi buku panduan pacaran yang pernah dibacanya. Katanya, dengan sahabat perempuan pacar, harus menjaga jarak secukupnya, te
Leer más