Kebangkitan Istri yang Terpaksa Dinikahi CEO Dingin

Kebangkitan Istri yang Terpaksa Dinikahi CEO Dingin

Oleh:  ReneeBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
10 Peringkat. 10 Ulasan-ulasan
170Bab
6.9KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Selama tiga tahun pernikahan, hal yang paling mahir dilakukan oleh Dexter adalah menusukkan pisau ke hati Caitlyn. Meskipun mertua tidak menyukainya dan dosennya kecewa padanya, Caitlyn tetap ingin menggunakan ketulusan hatinya untuk menghangatkan suaminya. Sampai hari ini, barulah dia sadar ternyata cinta pertama suaminya adalah tunangan adik iparnya sendiri. Betapa ironis. Dia sempat ingin punya anak, berpikir setidaknya itu bisa membuatnya dan Dexter bersama sampai tua. Namun, dia malah diberi tahu bahwa dia tidak layak untuk menjadi seorang ibu. Lebih ironis lagi. Pada hari ulang tahun pernikahan mereka, Caitlyn memilih pergi untuk selamanya. Dia fokus meneliti, memenangkan penghargaan besar, dan membawa kebanggaan bagi negara. Dia mulai bersinar dan pria-pria luar biasa yang mengaguminya pun berbondong-bondong mengelilinginya. Tiga tahun kemudian, Caitlyn keluar dari rumah sakit bersalin sambil menggandeng anak kecil. Dexter yang seperti kehilangan akal sehat langsung mengadangnya. "Kamu hamil?" Caitlyn hanya tersenyum, menatapnya dari atas dengan dingin. "Aku melahirkan anak, apa hubungannya dengan mantan suamiku?"

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Semalam, Caitlyn Hartana merasa heran, kenapa Dexter Mahadira tiba-tiba menjadi begitu gila di ranjang. Namun, pagi ini akhirnya dia tahu alasannya.

Ternyata adik iparnya akan bertunangan. Calon tunangannya pun tak lain adalah cinta pertama yang selalu ada di hati suaminya.

Singkatnya, itu adalah wanita yang Dexter cintai, tetapi tak bisa dia miliki. Kini, wanita itu akan menikah dengan adiknya sendiri. Betapa ironisnya.

Mengingat kembali bagaimana Dexter menekan pinggangnya semalam dengan mata yang memerah dan bertindak seperti kehilangan akal sehat, Caitlyn merasa semuanya begitu menyakitkan.

Caitlyn turun ke lantai bawah. Dexter sudah rapi dan bersiap keluar rumah. Tinggi badan pria itu hampir mencapai 1,9 meter. Sosoknya memancarkan aura yang menekan.

Karena sudah lama berada di posisi tinggi, orang sering kali lebih memperhatikan wibawanya dibandingkan wajahnya. Padahal wajah Dexter sebenarnya luar biasa tampan. Bahkan dengan ekspresi dingin dan kaku, ketampanannya tetap sulit disembunyikan.

Apalagi dengan bahu yang lebar, pinggang ramping, dan postur tegap. Dua kakinya yang panjang dibalut bahan kain berkelas, memperlihatkan kekuatan dan karismanya.

Caitlyn sudah tahu sejak lama, putra sulung Keluarga Mahadira ini dikenal tenang, bijak, dan penuh pengendalian diri. Seolah-olah di dunia ini tidak ada hal yang bisa menggoyahkan emosinya. Kecuali, cinta pertamanya itu ....

Caitlyn menekan perasaan getir di hatinya. Dia tidak menatap Dexter, lalu berjalan langsung ke ruang makan. Tatapan gelap Dexter menyapu tubuhnya sekilas, lalu dia menunduk, merapikan kancing lengan bajunya, dan berbalik pergi.

Keduanya tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Mendengar suara pintu tertutup, Caitlyn tersenyum pahit. Hatinya seperti tertusuk. Dulu dia berpikir, dirinya bisa menerima pernikahan yang saling menghormati dan dingin ini. Namun nyatanya, hatinya tak bisa dikendalikan. Dia jatuh cinta, sedikit demi sedikit, pada pria itu.

Caitlyn menyantap sarapan, tetapi makanan terasa hambar di mulutnya. Pandangannya kosong. Saat itu juga, ponselnya berdering. Dia mengangkatnya, lalu berdiri. "Aku segera ke sana."

Menjelang sore, Caitlyn sibuk di institut penelitian sampai hampir kehabisan tenaga. Dulu dia sangat cocok dengan rekan lamanya, Affan. Entah kenapa, pria itu tiba-tiba dipindahkan. Kini, rekan barunya yang bernama Darius, tidak terlalu ahli dalam hal data.

Caitlyn terpaksa mengerjakan pekerjaan dua orang seorang diri. Ditambah dengan masalah di pikirannya, dia semakin lelah.

Selesai bekerja, dia baru sadar ada pesan dari Dexter. Hanya lima kata dingin tanpa emosi.

[ Malam ini ke rumah lama. ]

Caitlyn langsung tahu, pasti malam ini mereka akan mengumumkan pertunangan Levan dan Gaby.

Levan adalah adik tiri Dexter. Berbeda ibu, tetapi satu ayah. Sementara itu, Gaby adalah cinta pertama yang selalu diingat Dexter.

Kedua bersaudara itu jatuh cinta pada wanita yang sama. Jamuan keluarga malam ini ... pasti akan sangat "menarik".

Ketika Caitlyn tiba di rumah lama Keluarga Mahadira dan baru hendak melangkah masuk, dia melihat Dexter dan Gaby di sudut taman. Jaraknya agak jauh, jadi dia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Namun, dia melihat Dexter menyerahkan sebuah tas hadiah kepada Gaby.

Senyuman di wajah Gaby tampak begitu bahagia dan manis. Dia memandang ke atas dengan wajah lembut yang tampak begitu familier bagi Caitlyn.

Dari sudut itu, terlihat sisi wajah Dexter yang tegas. Hidung mancung, rahang tegas, bibir sedikit terangkat. Senyuman kecil itu adalah senyuman yang tidak pernah dia tunjukkan saat bersama Caitlyn.

Hati Caitlyn terasa pedih sekaligus getir. Dia menekan kukunya ke telapak tangan, menahan perih, lalu mengalihkan pandangan dan melangkah menaiki tangga. Tumit sepatunya mengetuk anak tangga batu, menimbulkan suara pelan.

Dexter menoleh mengikuti suara itu. Senyuman di bibirnya lenyap tanpa jejak, tatapannya kembali dingin. Caitlyn berpura-pura tidak melihatnya, hanya mengangkat tangan dan membuka pintu.

Dexter menyingkir, hendak pergi. Namun, Gaby memanggilnya dengan lembut, "Kak Dexter, besok sore kamu ada waktu nggak? Levan mau ke rumah dosen pembimbing. Kamu bisa temani aku ke rumah sakit hewan sebentar?"

Suara Dexter rendah. "Besok sore aku ada rapat. Nanti aku lihat dulu. Masuklah, di luar dingin."

Gaby tersenyum. "Kak Dexter masuk saja dulu, aku mau telepon Levan sebentar."

Begitu Dexter pergi, sudut bibir Gaby terangkat. Senyumannya penuh keyakinan, seolah-olah sudah menggenggam kemenangan di tangannya.

Begitu Caitlyn masuk ke rumah, terdengar suara sarkastis dari ruang tamu. "Datang makan saja harus diundang berkali-kali, sok sekali gayamu! Kamu ini menantu Keluarga Mahadira, bukan leluhur! Sudah nikah, tapi nggak melayani suami di rumah, nggak masak, malah keluar kerja! Sungguh tak tahu malu!"

Caitlyn menoleh. Di sofa duduk Yulia, ibu tiri Dexter. Penampilannya anggun dan berwibawa, tetapi ucapannya tajam dan arogan.

Keluarga Mahadira memiliki aset besar. Sejak kakek Dexter meninggal, tanggung jawab keluarga besar dipegang oleh Dexter. Sebagai ibu tiri yang tidak dekat dengan Dexter dan ingin semua warisan jatuh ke tangan anak kandungnya, Yulia tentu tidak menyukai Dexter. Otomatis, dia juga membenci Caitlyn.

Dulu, ketika kakek Dexter memutuskan agar Dexter menikahi Caitlyn, banyak orang menganggap Keluarga Hartana tidak sepadan dengan Keluarga Mahadira. Hanya Yulia yang berpikir pernikahan itu bagus.

Semakin rendah status istri Dexter, semakin mudah bagi putranya, Levan, untuk menikahi pasangan yang lebih seimbang dan menguntungkan.

Sekarang, dia sangat puas dengan calon menantu seperti Gaby. Keluarga Sirait kaya raya dan kedua kakak Gaby memanjakannya setengah mati. Kelak, mereka pasti akan menjadi dukungan besar bagi Levan.

Jika dibandingkan dengan itu, Caitlyn tidak ada apa-apanya. Maka di saat tidak ada orang lain, Yulia semakin tak segan melancarkan kata-kata pedasnya.

Namun, begitu kata-katanya baru selesai, Dexter sudah muncul di belakang Caitlyn. Dia mengangkat tangan, menempatkan telapaknya di punggung bawah Caitlyn. Suaranya dingin saat berujar, "Ngapain berdiri di sini? Masuk."

Caitlyn menepis tangannya, melepaskan sepatu, lalu berjalan masuk. Tangan Dexter mengepal, sendi-sendinya menegang.

Yulia berdiri dengan senyuman pura-pura ramah. "Dexter, kamu datang juga. Ayo masuk, sebentar lagi makan malam."

Dexter menatapnya dengan dingin dan membalas, "Kenapa kamu di ruang tamu? Bukannya seharusnya di dapur? Lagi pula, setelah masuk ke Keluarga Mahadira, bukannya tugasmu adalah mengurus suami, mencuci, dan memasak?"

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasanLebih banyak

Novita Sari
Novita Sari
kok blm ada kelanjutannya,🥹
2026-05-12 00:19:47
0
0
ayudinisafitri0
ayudinisafitri0
ini novel terjemahankah? kalau terjemahan apa ya judul aslinya? ceritanya bagus dan pengen lanjut baca tetapi belum uldate2 ceritanya
2026-05-11 12:58:33
1
0
Shun_chan00
Shun_chan00
kelanjutannya mana?????
2026-05-10 23:23:26
0
0
Novita Sari
Novita Sari
bagus ceritanya
2026-05-10 15:30:00
0
0
Ayu Dini Safitri
Ayu Dini Safitri
mana kelanjutannya?
2026-05-09 23:04:05
0
0
170 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status