Yulia merasakan hatinya mencelos. Dia sangat puas dengan pernikahan ini, jadi tentu saja tidak ingin Dexter merusaknya. Namun, dia juga tidak berani berhadapan langsung dengan Dexter, jadi berpura-pura tidak melihat ekspresi dinginnya.Sambil tetap tersenyum, Yulia bertanya kepada Levan, "Gimana kalau akhir pekan ini saja? Biar Levan bawa hadiah dulu ke rumah Gaby, lalu nanti dua keluarga makan bersama."Levan baru saja mengangguk ketika ponsel Caitlyn berdering. Dia segera menjawab panggilan itu, lalu berdiri, menoleh pada semua orang di meja makan sambil memberi isyarat permisi."Affan, ada apa?" Nada suaranya lembut, wajahnya tampak anggun. Sambil menjawab telepon, dia berjalan menjauh.Mendengar itu, Dexter menoleh ke arah Caitlyn dengan tatapan sedikit bingung.Yulia bergumam pelan, "Pasti urusan kerja."Gaby berkata, "Nanti waktu makan bersama, Kak Dexter juga ikut ya?"Dexter mengangguk ringan, mengambil serbet untuk mengelap tangan, lalu berdiri tanpa sepatah kata pun dan melan
Read more