Zen tampak sedikit salah tingkah, namun ia segera menguasai diri. Ia memperbaiki letak kacamata hitamnya dan kembali menatap laut. "Aku hanya ingin memastikannya, Bita. Sebagai orang yang ditugaskan Pak Herman untuk menjagamu, aku harus tahu siapa saja yang mungkin menjadi ancaman bagi ketenanganmu di masa depan. Pak Gelar adalah pria yang sangat berpengaruh."Melihat Bita yang masih terdiam dengan raut wajah mendung, Zen menambahkan dengan suara yang lebih lembut, "Maafkan aku, Bita. Jika kamu merasa tidak nyaman membahas masalah ini lebih jauh, tak perlu kau jawab lagi. Aku tidak bermaksud mengorek luka lamamu. Aku hanya ingin kita mulai bisa terbuka satu sama lain.""Terima kasih, Mas Zen," jawab Bita singkat.Mereka kembali terhanyut dalam keheningan, hanya ditemani oleh suara deburan ombak yang konsisten. Namun, di balik keheningan itu, pikiran keduanya berpacu. Bita mulai mempertanyakan perasaannya sendiri, sementara Zen mulai menyadari bahwa ia mungkin memiliki ketertarikan yan
Terakhir Diperbarui : 2025-12-23 Baca selengkapnya