Langkah Jane terhenti seketika saat sebuah cengkeraman kuat namun gemetar menahan pergelangan tangannya.Aroma parfum yang sangat ia kenali, namun kini ingin dia lupakan, menyeruak masuk ke indra penciumannya.Jane menghela napas panjang, sebuah reaksi refleks atas kejenuhan yang luar biasa. Dia lalu memutar bola matanya sebelum berbalik dengan sentakan kasar, melepaskan tangan Andrew darinya.Sita, yang berdiri di samping Jane, langsung memasang badan dengan wajah garang. “Mau apa lagi kau, Andrew? Belum puas mengacaukan hidup sahabatku?”Andrew mengabaikan Sita, tatapannya terkunci pada Jane. Penampilan pria itu tampak kontras dengan citra parlente yang biasa dia pamerkan.Kemejanya sedikit kusut, dan ada lingkaran hitam yang dalam di bawah matanya.“Jane, tolong ... aku ingin bicara. Kali ini bukan soal hubungan kita, aku bersumpah. Aku butuh bantuanmu,” suara Andrew terdengar parau, jauh dari nada sombong yang biasanya ia gunakan.Jane melipat tangan di dadanya, menatap Andrew den
Última actualización : 2026-01-22 Leer más