LOGINJane Elizabeth Wilson (28) hidup dalam pernikahan dingin bersama Andrew, pria yang dulu dia cintai sepenuh hati. Tapi semua runtuh ketika dia mengetahui rahasia paling keji—suaminya berselingkuh bahkan telah memiliki anak dari wanita lain. Alasannya? “Karena kau tak menarik lagi, Jane. Terlalu kurus, terlalu kusam.” Kalimat itu menancap lebih dalam daripada pisau. Dalam keputusasaan dan luka, Jane memutuskan untuk berubah. Ia melangkah ke gym tanpa tahu bahwa langkah itu akan menuntunnya pada seseorang yang mengguncang hidupnya—Brian Kevin Hall (32), pelatih pribadi yang berkarisma, tegas, dan berbahaya. Di bawah bimbingan Brian, Jane tak hanya membentuk tubuhnya, tapi juga menemukan kembali sisi liar dan percaya dirinya yang terkubur. Namun setiap tatapan, setiap sentuhan, dan setiap desahan saat latihan mulai menyalakan sesuatu yang terlarang. Antara keringat dan bisikan di ruang latihan, mereka jatuh dalam hubungan panas yang tak seharusnya terjadi. Bahkan mungkin tidak bisa lari dari semua yang sudah dimulai sejak awal.
View MoreSenin pagi di Jakarta selalu identik dengan ritme yang tergesa-gesa, namun bagi Brian Kevin Hills, hari ini adalah pembuktian atas otoritas barunya.Sejak pukul enam pagi, Brian telah meninggalkan apartemen dengan setelan jas navy yang tajam.Dia harus menghadiri pertemuan sarapan bisnis dengan klien dari konsorsium Jepang yang telah menunggunya untuk membicarakan kelanjutan kontrak yang sempat terbengkalai di tangan John.Brian sempat mengecup kening Jane yang masih terlelap dan meninggalkan aroma parfum maskulin yang samar sebagai tanda keberadaannya.Tepat pukul sembilan pagi, Jane melangkah keluar dari lobi apartemen. Ia tampak segar dalam balutan blus silk berwarna krem dan rok pensil hitam yang memberikan kesan profesional sekaligus elegan.Sembari menunggu taksi daring yang dipesannya tiba, Jane membuka ponsel. Sebuah pesan dari Brian masuk beberapa menit yang lalu.“Fokuslah pada pekerjaanmu, tapi jangan terlalu cantik hari ini. Aku tidak ingin para manajer itu kehilangan kons
Aroma kopi yang kuat dan harumnya roti panggang memenuhi ruang makan penthouse Brian pagi itu.Sinar matahari Minggu yang cerah masuk melalui jendela-jendela besar, menciptakan suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan kegilaan pesta semalam.Brian sudah duduk rapi dengan kaus polo putihnya, sementara Riana sudah lebih dulu menyesap jus jeruknya dengan wajah yang tampak segar meski tidur cukup larut.Jane keluar dari area dapur sembari membawa piring berisi omelette hangat. ‘Dia meletakkan hidangan itu di tengah meja, lalu mengedarkan pandangannya ke koridor kamar tamu. Keningnya berkerut saat menyadari dua kursi di meja makan masih kosong.“Ke mana Sita dan James? Apakah alkohol semalam benar-benar melumpuhkan mereka sampai jam segini?” tanya Jane sembari menarik kursi di samping Brian.Brian hanya mengendikkan bahu secara santai, wajahnya datar seolah hal itu bukanlah urusan yang mendesak bagi seorang CEO.“Mungkin mereka butuh waktu lebih lama untuk mengumpulkan kesadaran. James
Tengah malam telah tiba, namun denyut kehidupan di dalam apartemen Brian seolah menolak untuk mereda.Musik lo-fi bervolume rendah mengalun di latar belakang, mengiringi sisa-sisa aroma alkohol dan kehangatan pesta yang mulai mendingin.Di sudut ruangan, Sita tampak sudah sangat mabuk; pandangannya mulai kabur dan kepalanya terasa sangat pusing, seolah ruangan itu sedang berputar pelan di porosnya.Dengan langkah yang sedikit terhuyung dan jemari yang sesekali menyentuh dinding untuk menjaga keseimbangan, Sita berjalan menuju toilet.Dia sudah tidak tahan lagi ingin membuang air kecil akibat terlalu banyak mengonsumsi cocktail buah yang terasa manis namun mematikan.Saat hampir sampai di depan pintu toilet, dia berpapasan dengan James yang kebetulan sedang berdiri di lorong remang-remang itu.Sita berhenti sejenak lalu memberikan senyum tipis yang tampak sayu namun menggoda.James, yang juga berada dalam pengaruh alkohol, meski ketahanannya jauh lebih baik daripada Sita, menatap wanit
Malam itu, apartemen mewah Brian yang biasanya tenang dan berwibawa bertransformasi menjadi ruang perayaan yang hangat dan penuh warna.Di atas meja panjang berbahan marmer, tersaji berbagai hidangan mulai dari makanan ringan yang estetik hingga makanan berat kelas atas yang dipesan khusus dari restoran berbintang.Namun, yang paling menarik perhatian James adalah bar terbuka yang kini dipenuhi berbagai jenis alkohol pilihan, mulai dari single malt whisky yang berumur puluhan tahun hingga champagne yang botolnya tampak berkilau di bawah lampu gantung kristal.Meskipun pesta ini hanya dihadiri oleh lima orang, kemeriahannya tidak kalah dengan klub malam eksklusif di pusat kota.Sita dan Riana, yang tampaknya sudah sedikit terpengaruh oleh beberapa gelas cocktail racikan James, tidak berhenti mengoceh dan berjoget mengikuti dentum musik deep house yang mengalun dari sistem suara berkualitas tinggi milik Brian.Gerakan mereka yang lucu dan tawa yang pecah setiap kali salah satu dari mere












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.