Mendengar Casidy menghina Karina, ada rasa tidak terima dalam hatinya. Dia merasa Karina tidak sehina itu. “Maafkan aku Casidy, aku masih butuh waktu. Terserah kamu mau terima atau tidak,” tandas Fabio lalu menjauh pergi. “Fabio ...! Tunggu ...! Kita belum selesai bicara,” teriak Casidy berusaha menghentikan Fabio, tapi pria itu tidak peduli lagi dengan teriakan Casidy. “Fabio ...!” “Fabio ...!” teriak Casidy. Fabio pulang dari rumah Casidy dengan hati kesal. Dia duduk di teras rumah sambil memegang kepalanya yang terasa pusing karena memikirkan tekanan yang Casidy berikan. Hatinya tetap tidak bisa berpaling dari Karina. Bayangan wanita itu tidak bisa hilang meski mereka telah berjauhan. Sekarang Karina malah semakin sering masuk ke dalam mimpinya. Petra yang pulang dari ladang dan melihat Fabio duduk di teras rumah dengan wajah penuh tekanan, berjalan mendekati putranya. “Ada apa?” tanya Petra ketika sudah berdiri di depan putranya. Fabio menegakkan kepala, melihat papanya di d
Huling Na-update : 2026-01-31 Magbasa pa