"Mei, tolong jawab aku. Apa maksudmu dengan terpaksa?!" tanya Lionel begitu Meilissa selesai menelepon Pak Boss.Meilissa terjengit, tidak menyangka kalau Lionel menguping percakapannya dengan Pak Boss. Refleks dia menyelipkan ponsel ke saku celana, lalu berdiri perlahan. Senyum canggung terulas di bibirnya. "Eh, iya Om?!""Apa kamu lebih suka kerja di kafe dibanding di klinik?" Lionel kembali bertanya, kali ini dengan kalimat yang lebih spesifik."Suka kok, Om. Malah aku suka sekali kerja di klinik kesehatan," jawab Meilissa cepat. Dia tidak bohong. Membayangkan bekerja di kantor yang sama dengan dokter tampan nan gagah ini, Meilissa sudah merasa jantungnya berdebar.Lionel memicingkan mata, terlihat jelas seperti orang sedang menyelidik. "O'ya?""Iya, Om. Di klinik nanti aku bisa belajar banyak," lanjutnya diplomatis. Tidak mungkin baginya mengaku kalau ada kebahagiaan tersendiri saat tahu Lionel menyuruhnya bekerja di klinik. Lelaki itu pasti akan mentertawakannya."Tapi, tadi kamu
Última atualização : 2025-12-02 Ler mais