"Luar biasa!" ejek William."Lalu, untuk apa kamu bekerja?" balas Naldo."Apa yang kita katakan waktu itu? Untuk bisa menegakkan kepala, sukses, dan lebih unggul dari orang lain!" jawab William."Jadi, apa yang membuatmu begitu nggak fokus hari ini?" tanya Naldo. "Jangan-jangan, kamu bertengkar sama Nelly semalam dan dia abaikan kamu?""Apa mungkin aku takut dia abaikan aku?" William mencibir, "Dia sudah pergi dan mau cerai. Dia pikir berbuat begitu bisa buat aku takut? Jangan mimpi! Kalau kami benar-benar cerai, ada banyak gadis berusia 20 tahun yang menunggu untuk menikahiku. Siapa yang mau sama dia?" Perhatian William selama rapat memang teralihkan, tetapi itu bukan karena Nelly, melainkan karena memikirkan hal lain."William, kamu juga nggak boleh ngomong kayak begitu ...," ucap Naldo.Namun, sebelum Naldo menyelesaikan ucapannya, William sudah menyela, "Memangnya bukan? Naldo, bukannya aku mau ngomongin kamu, tapi kamu benar-benar seorang pengecut yang sepenuhnya dikendalikan wan
Read More