Di pesawat menuju Irela, jantung Kyna berdebar kencang. Setelah kegembiraan awal, rasa gelisah mulai muncul.Beberapa tahun telah berlalu sejak Aldrian menghilang tanpa kabar. Selama tahun-tahun itu, kecuali saat tertidur, Kyna telah bepergian ke Irela berkali-kali. Namun, dia tidak pernah menemukan sedikit pun jejak Aldrian."Bu Kyna, apa yang kamu pikirkan?" Yvonne duduk di samping Kyna dan menyenggolnya."Hah?" Kyna tiba-tiba tersadar."Pramugari mau antarkan makanan," ucap Yvonne."Maaf," kata Kyna kepada pramugari yang berdiri di sampingnya. Dia mengambil menu itu, lalu melirik sejenak sebelum mengembalikannya. "Secangkir air hangat saja sudah cukup.""Bu Kyna, kamu kelihatan gelisah," kata Yvonne dengan khawatir."Emm." Kyna mengakui, "Kita bicarakan lagi setelah sampai di Irela." Bagaimanapun juga, Kyna membawa alamat spesifik kali ini. Dia tidak akan tersesat tanpa arah.Setelah pesawat mendarat di Irela, kelompok tari melakukan check-in. Mereka memiliki waktu istirahat sehari
Magbasa pa