“Bos, Bos, anggurnya jatuh.” Farrel segera berlari kemari. Dia mengambil baskom buah di tangan Aldrian. “Terlalu penuh isinya, berat sekali ya? Bos?”“Emm ….” Aldrian membalas dengan asal-asalan, lalu berjongkok untuk memungut anggur. Sudut matanya terus menyapu ke sana. Di dalam kegelapan, senyuman yang ditujukannya kepada Sonny kelihatan seperti berkilauan.Aldrian kepikiran lagi dengan sore hari itu. Di bawah pohon depan gedung sekolah, Kyna berlari ke hadapan Sonny dan tersenyum seperti ini terhadapnya ….“Bos, semua itu sudah jorok, dibuang saja ya?” kata Farrel, lalu berjalan ke sisi Aldrian. Dia telah menghalangi pandangan Aldrian.“Emm.” Aldrian memungut anggur, lalu membuangnya ke dalam tong sampah. Dia pun kembali ke tempat duduknya dengan berlagak tidak terjadi apa-apa.Pada saat ini, semua orang sudah selesai makan. Hanya saja, waktu masih pagi. Farrel pun mengusulkan untuk bermain gim.Ada yang mengatakan untuk bermain kartu poker, ada yang mengatakan bermain sambung kata,
Read more