TOK! TOK! TOK! Ketukan itu menghentak keras, bahkan terlalu keras. Valeria langsung terlompat mundur, napasnya tercekat tenggorokan seketika terasa kering. Teo juga membeku, namun dia tetap terlihat santai. “Teo!” bisik Valeria terbata, merasa sangat panik sampai naik ke ubun-ubun. “Masuk lagi! Cepet!” ucap Valeria cepat sembari menoleh ke walk in close. Teo sempat menahan pinggang Valeria, masih setengah terbakar dari momen sebelumnya. Pria itu menghela napas sedikit kesal. “Tunggu!” bisiknya mendekat ingin mencium bibir Valeria. “Nggak! Sekarang, Teo!” ucap Valeria menempelkan telunjuk ke bibir Teo, hal itu membuat Teo memutar bola matanya jengah. Teo bersumpah, ingin menghukum siapapun yang telah menganggu momen indahnya saat ini. Valeria mendorong dadanya dengan kedua telapak, gemetarnya kelihatan semakin jelas. “Please … sebelum siapa pun lihat!” mohonnya. Teo menatap wajah Valeria satu detik, wajahnya mulai pucat, mata membesar, bibir bergetar, dan itu cukup
Última atualização : 2025-12-06 Ler mais