"TIMUR!!!" Philia membentak, seraya melayangkan tatapan tajam penuh protes pada Timur. Namun, pemuda itu tidak peduli. Ia malah sengaja merangkul Philia, membawanya ke dekapan dengan penuh kebanggaan. Lugi, pemuda itu mematung tak percaya. Matanya tak berkedip, bahkan sampai memerah. "Phi... omongan Timur, gak bener kan?" "Gak mungkin kan, Phi?" Alih-alih bertanya pada Timur, Lugi memilih meminta penjelasan dari Philia. Ia yakin, sahabat yang ia suka dari lama itu tidak bisa berbohong. Ia pasti tak akan masuk perangkap dusta Timur. Hamil? Oleh Timur? Konyol! "Phi? Coba jelasin ke dia.. gimana kondisi kita sekarang, apa hubungan kita, sejauh mana keseharian kita, dan apa yang aku kasih ke kamu, apa yang kamu kasih ke aku." Timur menatap Philia dalam, mencoba membawa gadis itu ke dalam permainannya. Baginya, now or never. Sekarang atau tidak, ia tidak akan menyesalinya. "Diem Timur, gue ngomong sama Philia. Lo, gak usah ikut campur," desis Lugi, mencoba menahan em
Terakhir Diperbarui : 2026-01-22 Baca selengkapnya