Daffa menyeringai dan menjawab, “Aku punya sumber.”“Ya, aku juga. Jangan berani-berani menyangkalnya... Sumber kita sangat akurat dan kita juga punya buktinya!” Timpal Satria.Keenan menghela napas dan mengusap rambutnya. Ia berkata, “Memang benar. Sepertinya aku jatuh cinta....”Satria terkejut, matanya terbelalak. Sementara Daffa mengerutkan keningnya ke arah Satria dan berkata, “Apa-apaan? Apa kamu baru saja terkejut? Itu urusan wanita, kawan...”“Bisakah kamu menyalahkanku? Teman kita akhirnya jatuh cinta!” seru Satria sambil tersenyum lebar.“Kedengarannya gila, kan? Aku juga tidak percaya, tapi... Sekarang aku mengerti mengapa kalian berdua begitu tergila-gila. Dia telah mencuri hatiku, dan aku tak bisa hidup tanpanya!!” Ujar Keenan.“Selamat bergabung!” Ujar Daffa, mengangkat gelasnya untuk bersulang dengan teman-temannya, “Sekarang kamu tahu kenapa kami memilih untuk mencintai. Ini perasaan yang luar biasa...”Keenan tersenyum dan menjawab, “Itu benar... Aku belum pernah seb
Magbasa pa