Satria tidak ingin membuat putranya khawatir, jadi ia tersenyum dan berkata, “Jangan khawatir. Istirahatlah yang cukup. Papa akan menjagamu.”“Makasih, Pa. Aku sayang Papa...” ungkap Dilan.Hati Satria dipenuhi kehangatan. Ia mengelus rambut putranya dan menjawab, “Papa juga sayang kamu, Nak.”Beberapa saat kemudian setelah Dilan tertidur, Satria meninggalkannya bersama pengasuh dan pergi mencari Renata.Seperti biasa, Satria menemukan Renata di ruangannya, sedang belajar. Ia mengerutkan kening dan bertanya, “Serius? Aku kira kamu sibuk dengan operasi atau semacamnya. Kenapa kamu tidak datang menemui Dilan? Dia sedang menunggumu!”Renata mendongak ke arah Satria, “Ini tempat kerjaku, Satria. Apakah kamu ingin aku mengumumkan bahwa aku punya anak di luar nikah?!”Satria terkejut. Apa-apaan ini? Ibu macam apa yang akan mengatakan hal seperti itu?Renata menghela napas, “Dilan hanya demam. Dia tidak akan mati. Lagipula, dia bersama pengasuh dan kamu pergi menemuinya. Aku harus menyerahka
Baca selengkapnya