Selir Ivony turun dari ranjang, menghampiri Isabella yang tengah terikat dalam posisi duduk. Dengan baju yang ia pakai asal-asalan, ia merendahkan diri, membuka ikatan Isabella. Isabella memandangnya tajam, dan selir Ivony hanya membalasnya dengan seringai kecil yang tidak ia tutupi. Dengan sengaja pula Ivony menampilkan jejak-jejak ciuman Kaisar yang memenuhi leher dan dadanya. “Maafkan saya, Yang Mulia. Saya tidak bermaksud menghina Anda, hanya saja saya tidak bisa melawan perintah Kaisar,” ucap Ivony pura-pura lembut. Isabella mendecih dan berpaling. “Tapi… Kaisar begitu perkasa. Saya sampai benar-benar lelah.” Ivony mengucapkannya begitu pelan, hanya Isabella yang bisa mendengar. Isabella mendelik, emosi memuncak. Ia mendorong Ivony. “Ah… Yang Mulia, maafkan saya!” Ivony menjerit dramatis, cukup keras untuk menarik perhatian Julius. Dari ranjang, Kaisar menoleh tajam. “Jangan berulah, Isabella!” geram Julius. Isabella yang telah terlepas dari ikatannya segera bangkit dan
Última actualización : 2025-12-07 Leer más