Namun, tiba-tiba Alex tersadar bagaimana sikap Davidson. “Ah, sial! Aku harus coba cari cara lain dulu,” ucapnya, lesu. “Bisa-bisa aku malah akan kena omel dari Paman dan Kakek lagi.” Beberapa jam kemudian, Alex menemui seorang lagi, temannya sejak kuliah, Leon, yang sekarang bekerja sebagai auditor internal dan punya banyak informasi gelap dari berbagai sumber. Leon menatap Alex dengan wajah yang tegang. “Kau terlihat kacau, Lex. Ada masalah apa?” “Perusahaan ku diguncang dari luar dan dalam,” Alex berkata pelan, hampir seperti bisikan. “Aku sampai tidak bisa berpikir dengan tenang. Tapi yang paling penting, aku perlu kau mengaudit nama-nama pemegang saham marjinal dan silent investor.” Leon mengerutkan kening. “Ini area berbahaya. Kalau salah langkah, kau bisa dianggap menyalahgunakan wewenang, bahkan bisa kena jerat hukum yang mana juga akan memberikan efek pihak lain.” “Lakukan diam-diam,” Alex mendesak. “Kau satu-satunya yang bisa kuberi kepercayaan kali ini.” L
Last Updated : 2026-01-13 Read more