Satu jam kemudian, Greg tiba di depan pintu apartemen Tara. Dia mengetuk tiga kali. Sebuah isyarat yang telah dia berikan pada Tara di telepon. Dia menunggu. Tidak sampai hitungan menit, pintu terbuka. Wanita itu berdiri di ambang. Rambutnya sedikit lembab, matanya sembab, wajah dan bibirnya pucat. Tidak seperti kemarin, malam ini dia mengenakan gaun tidur sutra berpotongan baby doll yang di atas lutut. Terlalu mengundang untuk sosok pustakawan yang biasanya berusaha terlihat tidak menarik. Seolah-olah terlalu lelah menyembunyikan rasa takutnya, wanita itu limbung ke arah Greg. Entah disengaja atau tidak, Greg tidak peduli. Greg dengan sigap menangkap. Selama beberapa saat, satu tangannya menahan punggung wanita itu. Sebelum tangan yang lain mengait belakang tutut wanita itu. “Apa kau memang serapuh ini, Nona Bradley?” Greg bertanya, usai menegakkan kembali tubuhnya dan menendang pintu sampai tertutup. Sedangkan Tara berada di gendongannya, melingkarkan lengannya di bahu Greg. “
Last Updated : 2025-11-24 Read more