Setibanya di depan pintu apartemen Tara, Greg mengetuk tiga kali. Isyarat yang telah dia berikan di telepon. Wanita itu membuka pintu dengan mata sembab dan wajah pucat diselimuti kekalutan. Tubuhnya melemas saat mendapati Greg di depannya. Bukan karena takut, melainkan karena sudah terlalu lelah menguatkan diri. Tara hampir terkulai menumbuk lantai jika Greg tidak menangkapnya lebih dulu. Dia membiarkan Greg melingkarkan tangan melintasi punggungnya dan bagian belakang lututnya, sementara tangannya sendiri berpegangan di pundak pria itu. "Semua baik-baik saja, Nona Bradley. Sekarang kau aman," ucap Greg sembari membawa wanita itu ke sofa. Tubuh Tara ringan dan hangat di gendongannya. Namun, Greg tahu, kehangatan ini adalah api yang akan menghanguskan logikanya. Rambut wanita itu beraroma lembut, tetapi matanya… meskipun sembab… menyimpan kedalaman yang siap menenggelamkan nalar seorang pria. Greg juga tahu. Ini melanggar prosedur. Dia seperti sengaja menguji batasannya sendir
Last Updated : 2025-11-25 Read more