UNWRITTEN OBSESSION (Hasrat Terlarang Sang Detektif)

UNWRITTEN OBSESSION (Hasrat Terlarang Sang Detektif)

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-07
Oleh:  Nina MilanovaOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
19 Peringkat. 19 Ulasan-ulasan
61Bab
1.9KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

“Mana yang lebih kau sukai, Tara? Bercinta dengan seorang detektif atau membunuh para plagiator?” "Aku lebih suka ini, Sir." *** Warning & Disclaimer: 1. Memuat konten dewasa yang tidak sesuai untuk pembaca di bawah 21 tahun 2. Mengeksplorasi tema BDSM konsensual, power play, dan hubungan dengan intensitas emosional tinggi, yang mungkin sensitif bagi sebagian pembaca 3. Semua karakter dalam cerita ini telah berusia legal (di atas 21 tahun) 4. Semua peristiwa dalam cerita ini hanyalah fiksi belaka *** SINOPSIS Gregory Evans adalah detektif prodigy yang terobsesi menaklukkan kekacauan, satu-satunya benteng melawan trauma masa kecil yang menghantuinya. Tara Bradley adalah pustakawan sekaligus penulis penyintas trauma kekerasan dalam hubungan yang tidak lagi memerlukan penyembuhan. Hanya ingin merebut kembali kuasa atas kedaulatan dirinya. Sebuah kasus pembunuhan eksentrik dengan motif plagiarisme, yang meniru naskah Tara, mempertemukan mereka, dua jiwa yang sama-sama rusak dengan luka masing-masing. Batas antara penyelidik dan tersangka, antara fakta dan fiksi pun runtuh. Bagi Greg, Tara adalah cermin dari monster yang paling dia benci sekaligus dia dambakan. Juga bukti hidup bahwa hukum tidak selalu menjadi jawaban. Bagi Tara, Greg bukan sekadar seorang detektif. Dia adalah algojo pilihannya untuk menghancurkan dirinya. Bukan di balik jeruji, melainkan dalam kendali mutlak pria itu. Dalam permainan berbahaya di mana setiap sentuhan adalah interogasi dan setiap puncak kenikmatan adalah hukuman, Greg terpaku pada pilihan mustahil: Mempertahankan lencananya dan kehilangan Tara selamanya, atau mengkhianati sumpahnya untuk memiliki wanita yang hanya merasa hidup saat dihancurkan olehnya.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Prolog

“Dulu, aku pernah tertipu pada wajah polos seperti itu. Hingga aku tahu, dialah yang telah memadamkan seluruh lentera di hidupku. Sekarang, sosok itu hadir kembali dalam raga yang berbeda. Namun kini, aku bukan lagi seorang bocah tak berdaya. Akulah penguasanya, dan aku terobsesi pada kegelapannya.”

Gregory Alistair Evans

***

Di dalam sebuah ruang kerja, seorang wanita duduk gemetar di depan meja kayu. Rambut ombre merah mudanya acak-acakan. Mata dengan contact lens ungunya membelalak dalam ketakutan yang merayap dari tengkuk hingga ke ujung jari. Piyamanya basah oleh keringat dingin. Kainnya menempel di kulit.

Wanita itu seorang penulis. Baru saja menandatangani kontrak besar untuk novel berikutnya. Dunia menyebutnya berbakat. Akan tetapi, pagi itu, dia bukan siapa-siapa.

Tangannya bergerak pelan di atas tombol-tombol mesin ketik tua. Satu per satu. Mengikuti instruksi yang dibisikkan oleh seseorang di belakang punggungnya.

Dentuman tiap huruf terdengar nyaring. Bersahutan dengan laju detik jarum jam yang menunjukkan pukul 05.40.

Tidak seperti ketukan biasa. Lebih seperti hukuman yang sedang dijatuhkan.

Di belakangnya, sosok dengan jaket bertudung kepala warna gelap menelusuri rak buku. Tangannya yang terbungkus sarung tangan lateks hitam menyentuh buku-buku yang berjajar. Lalu, berhenti di satu novel dengan nama wanita itu tertera di sampul.

Dia menariknya perlahan. Membolak-balik. Bibirnya terangkat sedikit, bukan senyum, lebih seperti cemoohan. "Hebat sekali," ucapnya lirih. "Sampul cantik. Tapi isinya... aku rasa kita tahu dari mana asalnya."

Wanita itu tidak menjawab. Dadanya naik-turun dengan cepat. Suara tarikan napasnya meneriakkan ketakutan. Matanya menatap kosong ke mesin ketik. Seolah-olah menoleh ke belakang bisa memperburuk situasi.

Sosok bertudung itu berjalan pelan. Jemarinya menyusuri permukaan bingkai foto. Foto sang penulis saat menerima penghargaan 'Penulis Muda Berbakat'. Senyumnya lebar. Dia berdiri di tengah lampu sorot dan buket bunga.

"Senang rasanya dipuja banyak orang, ya?" bisik sosok itu. Dia menoleh. "Aku juga pernah dipuji. Tapi tidak pernah mencuri."

Wanita itu menoleh perlahan, tubuhnya gemetar. "Aku tidak tahu apa maksudmu... Kumohon... ini semua hanya kesalahpahaman..."

Sosok tadi meletakkan buku yang dipegangnya. Beralih ke dinding tempat piagam-piagam tergantung rapi. Salah satunya bahkan dibingkai dengan emas tipis. Dia menyentuhnya, mengusapnya perlahan dengan jari seperti sedang membaca jejak dosa.

"Kau punya banyak pengakuan. Tapi, tidak satu pun pengakuan untuk orang yang sebenarnya menulis kisah itu lebih dulu."

"Sosok itu melangkah perlahan mendekat kembali ke meja. Diletakkannya lima lembar kertas di depan si wanita. "Akhir kisah hidupmu sudah ditulis. Kau mau membacanya?"

"Aku... Aku akan melakukan apa pun. Aku bisa bayar. Berapa pun yang kau minta..." Wanita itu mengiba. Bibirnya dan suaranya bergetar. Air matanya luruh seperti hujan yang kembali turun.

"Aku tidak butuh uangmu," sahut lawan bicaranya. Pelan. Rendah. Namun, terdengar seperti sedang menyampaikan berita buruk. "Yang kubutuhkan..." Dia membelai lembaran kertas di tangannya, "...adalah menuntaskan akhir bab ini."

Wanita itu kian tersedu sambil menggeleng. "Aku tidak mencuri! Cerita itu... itu ide umum. Siapa pun bisa menulisnya!"

Sosok itu berjalan pelan ke arah rak kecil tempat guntingan-guntingan kliping disematkan. Langkahnya terdengar berat.

Dia mengambil salah satunya dan membaca sepenggal kalimat. "Bakat muda yang mengguncang industri penerbitan Inggris dengan suara unik dan penuh orisinalitas."

Dia terdiam sesaat sebelum memiringkan kepala dan bertanya, "Ironis, bukan?"

Tidak ada teriakan. Tidak ada bentakan. Akan tetapi, setiap kata yang terucap dari mulutnya merambat di udara seperti ancaman yang nyata.

Sang penulis wanita berdiri mendadak. Terdorong oleh insting untuk menyelamatkan diri. Kursinya terjatuh ke belakang. "Tolong! Jangan lakukan ini. Tinggalkan aku! Aku mohon..."

Dia berlari menuju pintu. Sungguh nahas, pintu itu terkunci.

Tangannya dengan tak sabar memutar kenop dan mengguncangnya dengan sekuat tenaga. "TOLONG! SIAPA PUN! TOLONG AKU!"

Namun, tetap tidak ada jawaban. Hanya suara napasnya yang terpecah memenuhi ruangan. Diikuti suara denting seperti logam dicabut dari porosnya.

Wanita itu menoleh. Napasnya tertahan.

Sosok di belakangnya memegang dua batang besi kecil. Tombol huruf dari mesin ketik.

"Jangan... kumohon..." Wanita itu menggigil kali ini.

Suara langkah kaki perlahan mendekat menggema di udara. Setiap langkah seperti siaran ulang masa lalu yang tidak bisa dihapus.

"Aku akan mengaku! Aku akan menulis pengakuannya! Aku akan membatalkan kontrak! Aku akan..."

Terlambat.

Yang terdengar selanjutnya adalah desis napas terakhir. Meninggalkan bekas cipratan merah di permukaan pintu, lantai, dan dinding.

Wajah wanita itu menunduk. Tubuhnya terjatuh di lantai berlapis karpet warna krem.

Beberapa menit kemudian, dia sudah kembali di kursinya. Kepalanya terkulai di atas meja. Darahnya membasahi lima lembar naskah di bawah dagunya. Dua batang tombol huruf menancap di lehernya. C dan V.

Pagi beranjak pelan meninggalkan rumah bergaya Victoria di kawasan Mayfair itu. Langit di atasnya masih gelap oleh awan tebal. Lampu kuning temaram masih menyala dari balik tirai ruang kerja, di lantai dua.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasanLebih banyak

Nina Milanova
Nina Milanova
Hai Readers, Terima kasih atas dukungan dan kesetiaan menyimak kisah Greg dan Tara. Penulis sedang melakukan revisi di beberapa bab. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Terima kasih atas pengertiannya.
2026-02-21 18:22:33
0
0
Any Ling
Any Ling
ceritanya epik banget. ini cerita tentang detektif yang menarik banget. Dar der dor.......
2026-01-21 15:27:51
2
0
kadik_
kadik_
jujur, dari segi tata bahasanya bagus dan jelas. buat kalian yang suka dengan genre teka teki dan obsesi, cerita ini cocok, karena aura ga bisa bossynya kuat
2026-01-21 15:21:52
3
0
Juli Lian
Juli Lian
seru banget novelnya penuh misteri, kita harus ikut banyak mikir biar bisa mecahin misteri kematian seorang penulis. seru deh pokoknya
2026-01-20 10:55:36
2
0
faqiiih
faqiiih
ceritanya bagus, seru, menarik. setiap bab tambah pusing tapi bikin nagih
2026-01-16 23:04:44
2
0
61 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status