"Kamu nggak bersalah, Orson. Ini adalah pertarunganku. Jangan buang-buang waktumu pikirkan hal-hal yang sudah terjadi, semua itu sudah berlalu dan Mama juga sudah lupakan itu," jawabku sambil memaksakan senyuman.Orson menatapku cukup lama, lalu mengalihkan pandangannya ke kejauhan dan berkata dengan sedih, "Mama harusnya bersama dengan Papa Liam, jadi Mama nggak perlu mengalami semua ini kalau Mama menikah dengannya. Aku masih ingat bagaimana dia merawat Mama dulu. Mama nggak akan menderita seperti ini kalau dia yang jadi suami Mama."Aku segera menggelengkan kepala, lalu berkata, "Nggak, tolong jangan bilang itu, Orson. Mama selalu menganggap Liam itu kakakku. Dan meskipun kami nggak berakhir bersama, dia tetap merawat Mama. Dia dan istrinya merawat Mama sampai Mama pulih."Saat mendengar kata-kata itu, aku bisa melihat rasa terkejut di tatapan Orson."Istri? Papa Liam sudah punya istri?" tanya Orson.Aku menganggukkan kepala, lalu menjawab, "Ya. Kamu masih ingat Suster Rosa? Sekaran
続きを読む