LOGINSetelah lulus SMA di usia 18 tahun, Abigail Salman sangat ingin lepas dari kemiskinan yang selama ini membentuk hidupnya. Satu-satunya tujuannya adalah mengumpulkan cukup uang untuk kuliah, impian yang membawanya ke Kota Marina yang ramai. Ditemani seorang tetangga, dia datang mencari pekerjaan apa pun yang bisa membantunya menabung demi biaya kuliah. Rencananya langsung kacau karena sebuah tawaran yang tak pernah dia bayangkan. Madam Amara, nenek kaya raya dari seorang triliuner, mendatanginya dengan sebuah penawaran. Calon pengantin pria itu baru saja ditinggalkan mempelainya di altar demi sahabat karibnya sendiri, membuat keluarga itu terjerumus dalam skandal memalukan. Solusinya? Abigail harus menjadi pengantin pengganti pada hari itu juga, dengan imbalan 15 miliar. Kini, Abigail dihadapkan pada pilihan yang mustahil. Haruskah dia menerima tawaran Madam Amara yang bisa mengubah hidupnya. Uang dalam jumlah besar yang bisa menarik keluar keluarganya dari kemiskinan untuk selamanya? Atau haruskah dia melepaskan kesempatan luar biasa ini dan kembali ke desa, kembali pada kehidupan penuh kesulitan yang sudah menantinya?
View MoreTujuh tahun kemudian.Sudut Pandang Ryan:Tujuh tahun berlalu begitu saja, tetapi kekosongan di dadaku tetap terasa dan tidak pernah benar-benar hilang. Aku tidak pernah membayangkan bisa menjalani hidup tanpa Abigail di dalamnya.Sudah sejak lama aku menerima kenyataan pahit itu. Aku terlambat menyadari betapa berharganya Abigail. Saat aku akhirnya mengakui bahwa aku benar-benar mencintainya, dia sudah menghilang tanpa jejak, tanpa meninggalkan jalan apa pun untuk kutemukan.Aku pernah pergi sendiri ke kampung halamannya, berharap ada petunjuk. Namun, orang-orang yang kutemui memastikan bahwa dia tidak pernah kembali setelah berangkat ke Kota Marina untuk meraih gelar sarjana akuntansi.Memang sulit menemukan seseorang yang tidak ingin ditemukan. Setiap hari aku menanggung akibat dari perbuatanku sendiri. Andai saja aku tahu semua ini akan terjadi, aku pasti sudah mengambil keputusan yang benar sejak awal.Aku mengakui bahwa semuanya salahku. Tidak ada yang patut disalahkan atas apa y
Kami hampir punya segalanya ... punya anak bersama dan menjadi keluarga sungguhan. Lalu dalam satu momen yang menyakitkan, semua itu hancur begitu saja.Aku tidak pernah membayangkan rasa sakit seperti ini. Ada kekosongan yang menganga, membuat segalanya terasa tidak berarti. Hilangnya Abigail menancapkan duka yang belum pernah kurasakan. Seolah-olah ada bagian penting dari diriku yang ikut hilang.Rasanya berbeda dengan saat Iris meninggalkanku di pelaminan. Waktu itu yang terpukul hanyalah egoku, tetapi yang ini ... rasanya seperti jiwaku diobrak-abrik.Apakah rasanya lebih menusuk karena aku takut dia benar-benar pergi selamanya? Atau karena ada ketakutan lain yang lebih dingin, bahwa dia mengandung anak kami, dan dia bisa saja menjadikan aku sebagai orang asing bagi mereka seumur hidup?Aku mengepalkan tangan, rasa frustrasi menekan dadaku. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Kalau bukan karena Nenek, mungkin aku sudah tenggelam dalam keputusasaan dan membiarkan hari-hari b
Sudut Pandang Ryan:Kami tinggal di rumah sakit selama tiga hari sebelum Dokter Sandi akhirnya mengizinkan Nenek pulang. Dia bilang pemulihannya bisa dilanjutkan di rumah dengan istirahat dan obat-obatan.Aku langsung setuju. Sejak kejadian itu, aku tidak pernah meninggalkan sisinya. Aku merawatnya sendiri dan menunda semua urusan kantorku. Arthur membawakan dokumen penting yang harus kutandatangani langsung ke rumah sakit. Aku tidak sanggup membiarkan Nenek lepas dari pandanganku setelah kesalahan besar yang sudah kulakukan padanya.Selama tiga hari itu, Iris sama sekali tidak muncul.Nenek tidak mengatakannya secara langsung, tetapi aku tahu ketidakhadiran Iris ada hubungannya dengan kebenaran tentang insiden jatuhnya. Ingatan itu sudah jelas sekarang. Aku melihat Iris di atas tangga sesaat sebelum menemukan Nenek, dan Iris yang pertama kali menuduh Abigail.Abigail .... Hatiku pedih setiap kali memikirkan keadaannya. Aku sudah menyuruh orang-orang mencarinya, tetapi tidak ada petunj
'Ya, aku memang punya uang. Dan aku akan pakai setiap sennya untuk menemukan Abigail. Tapi jangan pernah berpikir buat merebut dia dari aku. Kalau aku sampai tahu kamu sudah mengambil sesuatu yang jadi milikku, kamu akan kuberi pelajaran,' kataku dalam hati, pikiranku kalut ketika aku melangkah pergi dari kantor Liam.Aku kembali ke kamar Nenek, di mana seorang dokter yang tidak kukenal, mungkin Dokter Sandi yang tadi disebutkan Liam, sedang memeriksa tanda-tanda vitalnya. Aku duduk perlahan di sofa untuk menunggu, tetapi pikiranku melayang jauh, hanya tertuju pada Abigail.Aku tahu aku tidak akan mendapat informasi apa pun dari Liam, tetapi aku akan melakukan apa pun untuk menemukan Abigail. Aku akan memohon maaf darinya. Aku akan mengakui semua penyesalanku dan mencoba menebus semua hal keji yang sudah kulakukan padanya.Menyadari kebodohanku sendiri terasa seperti beban yang mengimpit. Selama ini aku buta dan egois, terlalu terseret bayang-bayang masa lalu sampai tidak melihat luka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.