"Baik, Ma. Aku mengerti," jawab Orson.Aku langsung tersenyum, lalu menoleh ke arah Amara untuk berpamitan."Nenek, maaf, tapi aku harus pergi. Mereka datang untuk menjemputku. Jangan khawatir, aku akan mengunjungi Nenek lagi," kataku dengan tenang.Aku bisa melihat tatapan Amara dipenuhi kesedihan, tetapi aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tempat ini bukan untukku, keadaannya hanya akan makin rumit jika aku tetap tinggal di sini."Kalau kamu memang nggak bisa tinggal, aku juga nggak bisa menahanmu. Selalu jaga dirimu baik-baik. Bilang pada Liam, aku sangat berterima kasih padanya," jawab Amara.Aku menganggukkan kepala dan berbalik pergi tanpa menoleh ke arah Ryan lagi.Begitu keluar dari rumah, aku langsung melihat mobil Shirley yang menunggu di luar gerbang. Sebelum aku sempat mendekat, Marcie sudah melompat keluar dari mobil dan berlari ke arahku. Setelah itu, dia memelukku dengan erat."Mama!" panggil Marcie sambil memelukku.Aku membalas pelukan Marcie, lalu mencium keningnya d
続きを読む