Pola-pola di dinding gunung itu tampak hidup dan terus berubah. Di dalamnya, seekor roc melayang di langit seperti kilat, menembus awan dengan kecepatan mencengangkan.Pada saat itu, cahaya pedang turun dari langit dan mengguncang dunia.Roc itu melesat bersama angin, tetapi tetap tak mampu menahan pedang tersebut. Begitu pedang itu jatuh, roc itu langsung mati."Pola ini adalah pola Pembunuh Roc." Lin Tian terkejut. Dia tidak menyangka langkah pertama saja sudah menampilkan dinding gunung seajaib ini. Pedang ilahi itu, meski hanya satu tebasan, seolah mengandung variasi tak terbatas. Itu adalah jalan pedang yang agung dengan kekuatan tanpa batas. Jika seseorang mampu mengembangkannya hingga sempurna, membunuh roc bukanlah hal mustahil.Tubuh Lin Tian berkilauan oleh energi pedang saat dia berulang kali mencoba menirunya, tetapi kecepatannya terlalu lambat. Dulu dia selalu merasa dirinya cepat, namun kini, di depan dinding gunung itu, dia merasa lambat seperti semut.Lambat. Terlalu l
Read more