Lin Tian tetap memejamkan mata, seolah tidak menyadari perubahan yang terjadi. Namun, saat cahaya semakin terang, cahaya itu menyinari dinding-dinding yang redup. Di dinding-dinding biasa itu, pada saat ini, rune-rune samar mulai berkilauan dan bersinar.Sedikit demi sedikit, hingga cahaya bersinar terang, dan seluruh dinding bermandikan cahaya Buddha keemasan, berisi aksara tak terhitung jumlahnya yang tampak melayang keluar.Yang lebih memukau lagi adalah karakter, yang tampak melayang keluar dari dinding, menyerupai aksara biasa sekaligus aksara Dao Agung. Aliran cahaya langsung tercetak di tubuh Lin Tian dan masuk ke pikirannya.Serangkaian suara menakjubkan tiba-tiba menggema, seperti lantunan Dao Agung. Ruang itu berubah menjadi bentuk tiga dimensi, dengan karakter dan pola cahaya tak berujung saling bersilangan. Pada saat itu, kuil kuno yang sederhana dan tanpa hiasan ini memancarkan cahaya Buddha yang tak tertandingi. Diiringi suara lantunan itu, cahaya tersebut membanjiri pik
Read more